Penyelesaian Akhir Persis Solo Disorot!

Pemain Persis Solo Dedi Cahyono (kedua dari kiri) berusaha melewati hadangan pemain Persijap Jepara pada pertandingan uji coba di Stadion Manahan, Solo, Minggu (8/4 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
09 April 2018 07:25 WIB Hanifah Kusumastuti Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Kick-off Liga 2 musim ini tinggal menghitung hari. Akan tetapi Persis Solo masih memiliki persoalan yang perlu dibenahi sebelum turun di kompetisi kasta kedua Tanah Air yang dimulai 21 April 2018 mendatang.

Salah satu problema Persis tersebut masih tentang penyelesaian akhir serangan. Persis hanya mengantongi satu gol dalam dua laga uji coba terbarunya. Setelah hanya mencetak gol saat melawan tim Liga 2 Blitar United pekan lalu, tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut ditahan imbang tanpa gol tim Liga 3, Persijap Jepara, di Stadion Manahan, Solo, Minggu (8/4/2018).

Persis melepaskan sekitar delapan percobaan tembakan, lima di antaranya berbuah shot on target. Satu tembakan mengarah sasaran tersebut diukir di babak pertama, sementara empat lainnya terjadi di babak kedua. Tapi tak ada satu pun yang beruah gol.

“Masalahnya masih sama, tetap pada finishing [penyelesaian akhir]. Itu problem yang sedang kami hadapi. Kepercayaan diri mencetak gol masih kurang. Sudah ada peluang, tapi belum menuai hasil [menjadi gol],” jelas Pelatih Persis, Jafri Sastra, dalam jumpa pers seusai pertandingan.

 Meski demikian, Jafri mengaku permainan Jalwandi cs. mengalami progres dibandingkan saat menundukkan Blitar United. Pelatih yang menggantikan posisi Freddy Muli sejak medio Maret lalu tersebut pun membidik satu laga uji coba sebelum kick-off Liga 2. Uji coba tersebut kemungkinan melawan Persegres Gresik di Stadion Manahan, Jumat (13/4/2018) mendatang.

Sementara itu, Pelatih Persijap, Patrick Ghigani, tak menampik timnya cenderung bermain pragmatis dan lebih mementingkan pertahanan. Terbukti Persijap tak satu pun melepaskan percobaan tembakan selama 90 menit penuh. Satu-satunya peluang Persijap terjadi ketika sepakan Dani Raharjanto di kotak penalti langsung diblok bek Persis, Gufron Ramadhan, di babak pertama.

“Di Jerman ada sistem pertahanan kuat, dan kami mencoba memeragakannya pada laga ini,” ujar pelatih kelahiran Munich, Jerman, 40 tahun silam itu.

Tokopedia