Liga 2 Indonesia: Persis Solo Tantang Semen Padang di Laga Pembuka

Para pemain Persis Solo merayakan gol (Solopos/M. Ferri Setiawan)
10 April 2018 23:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Pertandingan berat kontra Semen Padang sudah menanti Persis Solo di laga pembuka Liga 2 yang bakal dimulai pada Sabtu (21/4/2018) mendatang. Namun, Pelatih Persis Solo, Jafri Sastra menilai timnya masih memiliki problem besar akibat minimnya laga uji coba.

“Itu pertandingan besar, wajar kalau jadi laga pembuka. Di sini situasinya juga sangat mendukung. Artinya, kita juga harus siap menghadapi laga pembuka [lawan Semen Padang],” jelas Jafri Sastra usai memimpin latihan di Stadion Manahan Solo, Selasa (10/4/2018).

Jafri menyebut Semen Padang adalah tim yang kuat. Sebagai putra daerah, Jafri mengaku selalu mengikuti perkembangan Semen Padang. Setelah terdegradasi ke Liga 2, Semen Padang banyak melakukan pembenahan. Setidaknya, sudah ada 21 uji coba yang digelar tim Kabau Sirah, julukan Semen Padang.

“Semen Padang masih mempercayakan kepada pemain sebelumnya yang pernah berkompetisi di Liga 1. Sebagian besar pemain dipertahankan. Tambahannya 4-5 pemain saja. Mereka punya keinginan kuat untuk kembali ke Liga 1,” ujar Jafri.

Problem terbesar yang dihadapi Persis Solo saat ini, kata Jafri, adalah minimnya frekuensi untuk beruji coba dengan tim selevel. Skuat Persis Solo sebetulnya sudah dibentuk sejak tiga bulan terakhir. Namun, Laskar Sambernyawa baru menggelar lima laga uji coba dengan tim selevel. Di bawah asuhan Jafri Sastra, Persis baru beruji coba dua kali yakni melawan Blitar United dan Persijap Jepara.

Jafri sebetulnya berharap Persis bisa beruji coba dengan Persegres Gresik pada Jumat (13/4/2018). Akan tetapi, laga uji coba itu akhirnya dibatalkan oleh manajemen Laskar Sambernyawa karena alasan teknis. “Melalui laga uji coba itu, saya ingin membangun mental tim. Saya masih membaca satu persatu pemain saya. Saya ingin mengukur mental di game, bukan di training. Kalau uji coba itu batal, ya jangan tanya progam pelatih. Silakan tanya manajemen,” ujar Jafri.

Jafri menilai masalah finishing touch yang kurang memadai merupakan dampak dari minimnya frekuensi laga uji coba dengan tim selevel. Kepercayaan diri dan komunikasi para pemain juga belum meningkat karena minimnya laga uji coba.

“Tim ini bukan tim yang sama pada tahun lalu. Pemainnya sudah dibongkar hingga lebih dari 50%. Lebih banyak pemain yang dilepas daripada dipertahankan. Ini menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih,” ujarnya.