Liga Italia: Inter Milan Kembali Melempem

Mauro Icardi (Reuters/Alessandro Garofalo)
15 April 2018 22:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, BERGAMO — Inter Milan gagal merangsek ke empat besar setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Atalanta di Stadio Atleti Azzurri d’Italia, Minggu (15/4/2018) dini hari WIB. Ini kali ketiga beruntun Inter tak mampu meraih kemenangandi Seri-A setelah sebelumnya ditekuk Torino 0-1 dan ditahan imbang AC Milan 0-0 dalam Derby della Madonninna.

Dengan tambahan satu poin, Inter tak beranjak dari peringkat kelima dengan 60 poin. Mereka pun melewatkan kesempatan untuk mengudeta Lazio dan AS Roma (sama-sama mengantongi 60 poin) yang akan saling berhadapan pada Senin (16/4/2018) dini hari WIB. Meski kembali gagal meraih poin penuh, Inter masih berada di jalur yang benar untuk meraih tiket Liga Champions musim depan.

Namun bom waktu menunggu Nerazzurri jika mereka tak segera memperbaiki performa lini serang mereka. Dari tiga laga terakhir, Mauro Icardi dkk. sama sekali tak mampu menjebol gawang lawan. Ini artinya Inter sudah puasa gol selama 270 menit di Seri-A.

Hal itu ironis mengingat sebelum periode paceklik gol tersebut Inter mampu mencetak delapan gol hanya dari dua pertandingan (menang 5-0 atas Sampdoria dan 3-0 atas Hellas Verona). “Jika Anda gagal mencetak gol, Anda tak mungkin menang,” ujar bek Inter, Davide Santon, seperti dilansir Football Italia, Minggu.

Dalam pertandingan melawan Atalanta, Inter kalah dominan di babak pertama. Tuan rumah bahkan tercatat melepaskan 11 tembakan di paruh pertama. Inter baru agresif di babak kedua dan mengumpulkan sembilan peluang sepanjang 90 menit. Sayang dari deretan peluang itu hanya dua yang tepat sasaran.

Jelang turun minum Ivan Perisic sebenarnya berpeluang membawa Inter memimpin ketika sudah satu lawan satu dengan kiper Etrit Berisha. Namun tembakannya malah melebar. Perisic sebelumnya juga membuang peluang setelah tembakannya di menit ke-31 ditepis Berisha.

Kehadiran Eder yang menggantikan Rafinha di babak kedua juga tak mampu memecahkan telur Nerazzurri. “Pelatih [Luciano Spalletti] bicara tentang tim yang mengalami penurunan kualitas teknik. Dia Dia benar, tapi lebih dari itu kami kehilangan kekejaman di depan gawang,” ucap Santon.

Sementara itu Spalletti menyebut timnya telat panas sehingga harus puas dengan skor kacamata. Dia menampik ada problem akut di lini serang yang membuat tim mandul di tiga laga terakhir. “Saya pikir ini bukan masalah ketika kami kesulitan mencetak gol melawan tim kuat seperti Atalanta. Tapi semua orang bisa memelintirnya semau mereka,” ujarnya kepada Mediaset Premium.