Liga 3 Indonesia: 4 Alasan PSIK Klaten Tersingkir

PSIK Klaten (Istimewa)
17 April 2018 06:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, KLATEN — Babak penyisihan Grup 1 Liga 3 Zona Jateng masih menyisakan tiga pertandingan. Akan tetapi, PSIK Klaten menjadi tim pertama yang tersingkir dari kompetisi sepak bola kasta ketiga Liga Indonesia ini.

Kekalahan telak 0-5 atas tuan rumah Persiku Kudus di Stadion Kridosono Blora, Minggu (15/4/2018), mengubur impian Basten Tri Pamungkas dkk. melaju ke babak delapan besar Liga 3 Zona Jateng. Lima kekalahan beruntun yang diraih sejak laga pembuka menjadi catatan miring bagi anak asuh Prasetyo Sugianto.

Ironisnya, dari lima laga itu, tak satu pun gol yang bisa diciptakan PSIK Klaten ke gawang lawan. Sebaliknya, PSIK Klaten menjadi lumbung gol bagi empat tim lain di Grup 1 yakni Persiku Kudus, Persekat Kab. Tegal, Persibara Banjarnegara dan Persipa Pati. Hingga matchday kelima, gawang Agung Andri sudah kebobolan 12 gol.

Meski masih ada tiga laga sisa, tim berjuluk Harimau Merapi itu sudah tidak mungkin melaju ke babak delapan besar. Ini karena Persiku Kudus yang menempati peringkat dua klasemen sementara sudah mengoleksi 10 poin. Sementara bila PSIK bisa menang di tiga laga terakhir, mereka hanya bisa meraih maksimal 9 poin.

“Ada banyak faktor yang membuat posisi PSIK berada di bawah [terpuruk]. Yang jelas, kita merasa tim-tim lain di Grup 1 memang tim yang secara kualitas lebih baik dari PSIK,” jelas Asisten Pelatih PSIK Klaten Mulya Jayanto saat dihubungi Solopos.com, Senin (16/4/2018).

Menurut Yanto, setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi terlemparnya PSIK Klaten dari Liga 3 tahun ini. Empat faktor itu adalah materi pemain, minimnya pengalaman di liga, minim pengalaman bertanding dan motivasi pemain. PSIK Klaten bermaterikan 100% pemain lokal. Berbeda dengan tim lain yang merekrut pemain berpengalaman dari luar daerah.

PSIK sendiri memang sudah absen dari kompetisi Liga Indonesia selama lebih dari lima tahun. Itu sebabnya, PSIK Klaten minim pengalaman dalam mengikuti kompetisi liga. “Sebagian besar pemain merupakan pemain yang disiapkan untuk Porprov Jateng. Jelas dari segi usia dan kedewasaan bermain kita kalah,” ucap Yanto.

Skuat PSIK Klaten baru terbentuk dua pekan jelang kick off Liga 3. Itu sebabnya, mereka tidak punya persiapan yang matang. Uji coba dengan klub selevel cukup minim sebelum kick off. Yanto mengakui Agung Andri dkk. kurang termotivasi untuk melanjutkan kompetisi Liga 3. Ini karena minimnya dukungan anggaran dari pemkab setempat untuk membangun tim yang solid.

Hal itu diperparah dengan belum optimalnya dukungan dari Askab PSSI Klaten karena masih dalam masa transisi kepengurusan. Seperti diketahui, manajer PSIK Ardhana dan Budi Santoso terpilih sebagai Ketua Askab PSSI Klaten dalam kongres yang digelar 21 Maret lalu. “Tim akhirnya jadi korban karena masa transisi kepengurusan PSSI Klaten ini dan minimnya dukungan dari pemkab setempat,” papar Yanto. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)