Persis Solo: Wacana Tiket Terusan Kembali Dibahas

Pemain Persis Solo Heru S (kedua dari kiri) berusaha mengumpan bola kepada rekannya Dedi Cahyono (kiri) pada pertandingan uji coba melawan Persijap Jepara di Stadion Manahan, Solo, Minggu (8 - 4). (Solopos/Nicolous Irawan)
17 April 2018 23:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLOPersis Solo kembali mengapungkan wacana pemberlakuan tiket terusan untuk laga kandang di Liga 2 2018. Inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan dari pos tiket pertandingan. Pasoepati menyambut baik dan mendorong tiket terusan segera direalisasikan.

Wacana pemberlakuan tiket terusan atau tiket semusim penuh sebenarnya sudah muncul sejak 2015 atau seiring pengelolaan Persis di bawah PT Persis Solo Saestu. Tiket terusan rencananya diujicoba di tribune VIP dengan model scan barcode. Namun hingga musim lalu inovasi tersebut belum kunjung terwujud.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mendukung sepenuhnya rencana pemberlakuan tiket terusan. Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan panitia pelaksana (panpel) Persis agar tiket terusan bisa terealisasi secepatnya. Menurut Rio, sapaan akrabnya, panpel merespons positif dorongan Pasoepati.

“Sudah pernah kami sampaikan soal ini. Panpel berencana mengkaji kemungkinan [tiket terusan] diterapkan di tribune VIP,” ujar Rio saat ditemui Solopos.com di Balai Kota beberapa waktu lalu.

Rio menilai banyak keuntungan yang bisa didapat dengan sistem ticketing tersebut. Di samping klub yang mendapatkan kepastian pemasukan, suporter turut memeroleh kepastian tak kehabisan tiket di laga kandang. Menurut Rio, pemilik tiket terusan juga berpeluang mendapat potongan harga yang tidak didapat penonton dengan tiket lepas.

“Jadi kalau beli [tiket] 11 laga dapat diskon sekian dan seterusnya. Sistem ini nanti bakal kami sinkronkan dengan KTA [kartu tanda anggota] berkonsep e-money yang tengah kami kembangkan,” tutur Rio.

Meski demikian, wacana pemberlakuan tiket terusan mendapat sedikit ganjalan dengan rencana renovasi Stadion Manahan mulai Mei 2018. Jika pembangunan tersebut terealisasi, kandang Persis kemungkinan pindah menuju Stadion Sriwedari sehingga membuat konsep tiket terusan perlu evaluasi.

Wakil Presiden Pasoepati, Surya Panca, mengatakan perpindahan markas Laskar Sambernyawa menuju Sriwedari tentu berimbas pada penurunan kuota penonton. Ini karena kapasitas Sriwedari yang tak sampai separuh dari kapasitas Stadion Manahan. Menyikapi hal tersebut, Pasoepati bakal memprioritaskan anggotanya yang sudah terdaftar di korwil untuk mengakses tiket presale.

Upaya ini sekaligus mendorong program KTA yang sedang dicanangkan Pasoepati. “Korwil yang sudah punya data pasti akan kami utamakan untuk mengakses tiket presale. Itu menjadi reward bagi mereka yang sudah komitmen membenahi organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Persis, Didik Daryanto, mengklaim belum ada pembicaraan lebih lanjut ihwal pemberlakuan tiket terusan. Didik beralasan masih menunggu kepastian jadwal kompetisi. “Nanti kami akan koordinasi lagi.” 

Tokopedia