Persebi Boyolali Dipastikan Gagal ke 8 Besar Liga 3 Indonesia

Persebi Boyolali (Istimewa)
22 April 2018 23:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Mimpi Persebi Boyolali untuk mencicipi atmosfer kompetisi Liga 2 masih jauh panggang daripada api. Persebi gagal melenggang ke babak delapan besar Liga 3 Indonesia Zona Jateng setelah dipermalukan tamunya, PSD Demak dengan skor 1-2 di Stadion Pandan Arang Boyolali, Minggu (22/4/2018).

Persebi pun menyusul PSIK Klaten yang lebih dulu tersingkir dari kompetisi Liga 3 usai meraih hasil kurang memuaskan di babak penyisihan grup. Menghadapi PSD Demak, Persebi sebetulnya mampu unggul lebih dulu melalui Alamsyah pada menit ke-35.

Tokopedia

Namun, keunggulan Persebi Boyolali hanya bertahan empat menit. Pada menit ke-39, kapten PSD Demak, Tryusa Rio, mampu menyamakan kedudukan. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim bermain imbang 1-1. Pada babak kedua, PSD Demak mampu membalikkan keunggulan. Bayu Sulistiawan mencetak gol pada menit ke-83. Gol itu memastikan PSD Demak melaju ke babak delapan besar untuk mendampingi PSIP Pemalang.

Pelatih Persebi Boyolali Ahmad Arief menyebut faktor mental mempengaruhi hasil akhir dari pertandingan. Menurutnya, Edianto dkk. tidak bisa mengendalikan diri saat berhadapan dengan situasi di pertandingan yang sangat menentukan.

“Ketegangan yang terjadi di lapangan berdampak pada permainan tim. Apa yang sudah kita rencanakan hilang semua. Anak-anak trauma selalu tak bisa mempertahankan keunggulan. Keunggulan kami selalu terbalas oleh lawan dalam waktu kurang dari 10 menit. Ini menyangkut masalah kepercayaan diri pemain,” kata Arief saat dihubungi Solopos.com, seusai pertandingan.

Manajer Persebi Boyolali Kukuh Hadiatmo yang lebih akrab disapa Tatang menyebut Noka Bhirawa dkk. merasa tertekan karena dituntut wajib menang saat menghadapi PSD Demak. “Karena dituntut harus menang, pemain malah jadi demam panggung. Sejak awal pertandingan, mereka tidak bermain seperti sewajarnya. Banyak umpan dan gerakan yang tidak pas. Tidak ada kesepahaman antarpemain. Mereka malah mengedepankan emosi yang tinggi,” ujar Kukuh.

Kukuh menyampaikan permintaan maaf kepada suporter Persebi dan masyarakat Boyolali atas kegagalan tim melaju ke babak delapan besar Liga 3 Zona Jateng. “Mudah-mudahan di kesempatan mendatang, Persebi bisa lebih baik dan dapat promosi ke Liga 2,” paparnya.