PSIK Klaten Remuk di Liga 3 Indonesia, Ini Biangnya

PSIK Klaten (Istimewa)
23 April 2018 23:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, KLATEN — Kalah enam kali di enam pertandingan, kebobolan 13 gol dan tak pernah menjebol gawang lawan. Itulah catatan PSIK Klaten di penyisihan grup Liga 3 zona Jawa Tengah (Jateng) musim 2018 sejauh ini. Alih-alih bersaing menuju fase delapan besar, mereka justru tersingkir dini dengan predikat tim terburuk di zona Jateng.

Ya, dari 17 tim Jateng yang bertarung di empat grup, sejauh ini hanya PSIK yang belum pernah meraih angka serta mencetak gol meski fase grup sudah hampir berakhir. Pekan lalu, PSIK baru saja ditaklukkan tim lemah Persipa Pati dengan skor 0-1 di Stadion Trikoyo, Klaten. Hasil tersebut membuat Harimau Merapi, julukan PSIK, kian sulit beranjak dari posisi juru kunci.

Tokopedia

“Dari segi kualitas pemain sebenarnya PSIK tak terlalu kalah dengan tim lain. Masalahnya, mereka kurang memiliki semangat juang,” kritik Ketua Aliansi Suporter Klaten (Alaska), Yoga Adi Darmawan, saat dihubungi Solopos.com, Senin (23/4/2018).

Yoga mengaku tak asal menyimpulkan hal tersebut karena dia mengamati tiap laga yang dijalani Basren Tri Pamungkas dkk. Menurut Yoga, para suporter sebenarnya tidak meminta hasil muluk-muluk pada Harimau Merapi. Pihaknya sadar PSIK baru saja bangkit dari tidur panjang dan memutuskan tampil di Liga 3 dengan dana pas-pasan.

Meski demikian, Yoga menilai hal itu tak boleh menjadi alasan pemain tampil setengah-setengah. “Mungkin materi yang didapat pemain kini masih sedikit. Namun mestinya mereka tetap bisa tampil all out untuk logo yang ada di dada mereka, untuk suporter serta Kabupaten Klaten,” ujar Yoga.

Alaska mendorong dua laga terakhir yakni saat tandang ke markas Persibara Banjarnegara (25 April 2018) dan Persekat Tegal (29 April 2018) dapat dimanfaatkan Harimau Merapi untuk membuktikan diri. Yoga berharap PSIK dapat “pecah telur” dengan meraih minimal satu poin di dua laga tersebut.

“Mungkin berat berharap menang karena Persibara dan Persekat tim kuat. Namun kami masih menyimpan harapan PSIK dapat mengimbangi mereka, setidaknya imbang dan mencetak gol,” ujar Yoga.

Asisten Pelatih PSIK, Mulya Jayanto, sebelumnya pernah mengatakan ada empat faktor yang membuat timnya terpuruk di musim ini. Faktor itu adalah materi pemain, minimnya pengalaman di liga, minim pengalaman bertanding dan motivasi pemain.

PSIK sendiri memang sudah absen dari kompetisi resmi lebih dari lima tahun. Selain empat faktor itu, keputusan wasit yang berat sebelah juga semakin menenggelamkan kiprah PSIK.