Persis 0 - 1 Persiraja, Jafri Sastra: Tanggung Jawab Wasit Dunia Akhirat

Para pemain Persis Solo merayakan gol. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
12 Mei 2018 19:30 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

 

Solopos.com, BANDA ACEH — Persis Solo sebetulnya tampil dominan saat menghadapi tuan rumah Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Jumat (11/5/2018) malam. Namun, Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo, harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 0-1 dari Harimau Banda, julukan Persiraja.

Tokopedia

“Sejak di babak pertama, kami tampil lebih dominan. Di babak pertama, Persiraja tidak bisa melepaskan shooting ke gawang kami. Kalaupun mereka dapat gol, itu dari tendangan bebas. Bola sempat membentur kepala pemain kami sehingga berbelok arah dan terjadilah gol,” jelas Jafri Sastra (JS) dalam jumpa pers seusai pertandingan melalui media officer Persis Solo.

Pada babak kedua, M. Wahyu dkk. tampil lebih dominan untuk mengejar ketertinggalan. Jafri menyebut anak asuhnya sudah bekerja sesuai keinginan pelatih sepanjang babak kedua. Tampil terus menekan, Persis akhirnya bisa menciptakan gol melalui tendangan Johan Yoga pada menit ke-63, setelah memanfaatkan umpan silang dari Dedi Cahyono Putro.

Johan Yoga yang berlari dari arah belakang menerobos lini pertahanan lawan lalu menceploskan bola ke gawang. Para pemain Persis Solo sudah berselebrasi, namun hakim garis Sahrial Panggabean menganggap Johan Yoga dalam posisi offside. Para pemain Persis Solo sempat memprotes keputusan hakim garis. Namun, gol Johan Yoga akhirnya dianulir. “Ada hal-hal yang tidak menguntungkan kami. Tetapi, tetap kami syukuri,” ucap Jafri.

Jafri Sastra enggan mengomentari keputusan wasit yang menganulir gol dari Johan Yoga. Menurutnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah memiliki lembaga yang menilai kinerja dari wasit itu sudah benar atau tidak. “Tanggung jawab wasit itu menyangkut dunia dan akhirat. Ketika mata melihat, jangan bohongi hati. Ketika hati melihat, jangan bohongi mulut. Masalah ini saya serahkan kepada wasit. Saya tidak mau mencampurinya,” ucapnya.

Jafri Sastra sebetulnya sudah mengingatkan anak asuhnya untuk meminimalkan terjadinya pelanggaran. Ini karena Persiraja memiliki pemain yang punya kemampuan apik dalam mengeksekusi bola-bola mati yakni Hapidin.

“Hapidin sudah kami antisipasi karena dia punya keistimewaan di bola-bola mati. Taktikal sudah jalan dengan baik. Selain dari tendangan bebas, Hapidin juga tidak punya peluang melepaskan shooting ke gawang kami selama 90 menit. Pada dasarnya, kami sudah bermain dengan baik, tapi Dewi Fortuna belum berpihak pada kami,” jelas Jafri Sastra.

Sementara itu, Pelatih Persiraja Banda Aceh Akhyar Ilyas menilai pertandingan melawan Persis Solo berjalan dengan sengit dan ketat. Kedua tim silih berganti melakukan serangan. Namun, diakuinya, Persiraja lebih beruntung karena bisa memenangi pertandingan. “Pada babak kedua, mereka punya banyak peluang [mencetak gol], tetapi bisa diwaspadai dengan baik oleh pemain kita,” ucap Akhyar Ilyas.