Pasoepati: Jadikan Kritikan Sebagai Pelecut Persis Solo!

Winger Persis Solo Dedi Cahyono Putro (paling kanan) meluapkan kegembiraan seusai menjebol gawang Aceh United di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Sabtu (5/5 - 2017). (Istimewa/Ofisial Persis Solo)
13 Mei 2018 22:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Kegagalan Persis Solo membawa poin dalam lawatan ke Tanah Rencong disikapi beragam oleh suporter melalui media sosial. Ada yang mencela, memaki dan nyinyir kepada pemain. Namun ada pula yang tetap memberikan dorongan motivasi kepada M. Wahyu dkk. untuk segera bangkit dari kekalahan beruntun kontra Aceh United dan Persiraja Banda Aceh itu.

Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo yang lebih akrab disapa Rio menilai sebenarnya tidak ada yang perlu dikecewakan dari hasil lawatan ke Tanah Rencong. Menurutnya, para pemain Persis Solo sudah berjuang semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan.

Tokopedia

Namun, Rio menyadari dewi fortuna memang belum berpihak kepada Persis Solo. “Masih ada putaran kedua bagi Persis Solo untuk membalas kekalahan atas Aceh United dan Persiraja Banda Aceh,” ujar Rio kepada Solopos.com, Minggu (13/5/2018).

Rio mengakui suporter Persis Solo memberikan respons yang beragam terhadap hasil buruk di matchday ketiga dan keempat. Dua kekalahan beruntun itu membuat Persis Solo terlempar dari puncak klasemen ke peringkat empat. Menurutnya, para suporter banyak memberikan kritikan dan saran kepada para pemain yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial.

Rio pun berharap para pemain Persis Solo  bisa mendengarkan kritikan dan saran dari suporter itu. “Mereka mengkritik itu demi kemajuan bersama. Mereka melakukan itu bukan karena mereka benci kepada pamain Persis Solo. Jadi, jadikan nyinyiran suporter semangat dan pelecut supaya pemain tampil lebih baik lagi di laga-laga berikutnya,” papar Rio.

Persis Solo punya kesempatan untuk bangkit dari kekalahan beruntun saat bersua Perserang Serang di matchday kelima Liga 2 Wilayah Barat di Stadion Manahan Solo, Selasa (14/5/2018) sore WIB. Faktor kebugaran pemain menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan secepatnya. Para pemain Persis Solo baru tiba di Kota Bengawan pada Sabtu (12/5/2018) malam WIB.

Pada Minggu pagi, mereka diistirahatkan. Pada Minggu sore, mereka mengikuti program pemulihan kebugaran dengan metode ice bath. Hingga Minggu sore, mereka belum menggelar sesi latihan sepulang dari Aceh. “Para pemain punya kesempatan sebentar untuk uji lapangan di Stadion Manahan pada Senin [14/5] pagi karena Selasa sore sudah harus bertanding,” jelas media officer Persis Solo, Budi Cahyono.