Persis Solo Pilih Stadion Sriwedari Sebagai Kandang

Pemain Persis Solo Heru S (kedua dari kiri) berusaha mengumpan bola kepada rekannya Dedi Cahyono (kiri) pada pertandingan uji coba melawan Persijap Jepara di Stadion Manahan, Solo, Minggu (8 - 4). (Solopos/Nicolous Irawan)
22 Mei 2018 06:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Persis Solo sudah positif tak bisa menggunakan Stadion Manahan Solo sebagai kandang dalam mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia. Pengelola sudah meminta Stadion Manahan steril dari kegiatan olahraga per Juni 2018.

Surat dari pengelola stadion sudah diterima manajemen Persis Solo. Surat itu menyebutkan proses renovasi Stadion Manahan bakal dimulai pada Juni 2018 sehingga diharapkan sudah tidak ada aktivitas olahraga di stadion berkapasitas sekitar 24.000 penonton ini.

Tokopedia

“Ya benar itu. Manajemen sudah pasti memilih Stadion Sriwedari sebagai markas Persis Solo karena pada Juni, Stadion Manahan sudah harus steril dari kegiatan olahraga,” kata Manajer Persis Solo, B.M. Anjasmara, saat dihubungi Solopos.com, Senin (21/5/2018).

Pemilihan Stadion Sriwedari sebagai markas tidak lepas dari keinginan manajemen yang ingin menjaga ruh atau spirit Persis Solo tetap menyala. Tidak hanya itu, manajemen juga ingin berkontribusi dalam menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemkot Solo.

“Sisi positifnya, dukungan suporter sudah pasti penuh. Itu mungkin tidak terjadi kalau kami memilih markas di luar Solo. Dukungan penuh suporter itu penting dalam rangka menjaga asa lolos ke Liga 1,” papar Anjas.

Anjas mengakui masih ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dibenahi sebelum menggunakan Stadion Sriwedari sebagai kandang. Stadion Sriwedari masih membutuhkan pagar pembatas antara suporter dan lapangan. Kondisi fasilitas mandi cuci kakus (MCK) untuk pemain dan suporter juga harus memadai.

“Sebelum diverifikasi oleh PT LIB [Liga Indonesia Baru], harus dipersiapkan dulu segala sesuatunya,” paparnya.

Dalam waktu dekat, manajemen Persis Solo berencana berdialog dengan pengelola Stadion Sriwedari dan pihak-pihak terkait. Pembenahan Stadion Sriwedari nantinya diharapkan tidak membebani salah satu pihak. “Itu yang harus dicarikan win-win solution,” ucapnya.

Bila positif menggunakan Stadion Sriwedari sebagai markas, stadion ini diprediksi bakal lebih angker bagi tim-tim tamu. Ini lantaran jarak antara tribune penonton dengan lapangan relatif lebih dekat. Dukungan suporter Persis Solo di stadion yang berkapasitas sekitar 10.000 penonton itu dipastikan meluber. Sebab, saat bertanding di Stadion Manahan Solo, Persis Solo biasa didukung sekitar 20.000 penonton.

Hal itu bisa jadi keuntungan bagi Persis Solo dalam menjatuhkan mental pemain lawan. “Dukungan penuh suporter di Stadion Sriwedari sudah pasti akan membuat tim tamu menjadi keder,” ujar Anjas.