Polisi Tak Izinkan Persis Solo Bermarkas di Sriwedari

Persis Solo vs Unsa Asmi (Solopos/Chrisna Chanis Cara)
24 Mei 2018 21:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Polresta Solo tidak menjamin keamanan bila Persis Solo menjadikan Stadion Sriwedari  sebagai markas klub untuk melanjutkan kompetisi Liga 2 Wilayah Barat. Polisi pun tidak mengizinkan panitia pelaksana (panpel) pertandingan menggelar laga kandang Persis di salah satu stadion tertua di Tanah Air itu.

Surat pemberitahuan dari Polresta Solo itu sudah disampaikan kepada Ketua Panpel Persis Solo Didik Daryanto pada Rabu (23/5/2018). “Manajemen sudah mendapat tembuskan dari surat pemberitahuan itu. Sekarang kita harus mencari solusinya bagaimana,” kata Manajer Persis Solo B.M. Anjasmara saat dihubungi Solopos.com, Kamis (24/3/2018) malam WIB.

Terkait tidak adanya izin dari pihak keamanan, Anjasmara belum bisa memastikan langkah apa yang harus dilakukan manajemen Persis Solo. Manajemen berharap bisa bernegosiasi dengan pihak keamanan supaya Stadion Sriwedari masih bisa digunakan sebagai markas tim. “Kami perlu membahas ini secara internal dulu dalam waktu dekat,” terang Anjas.

Besarnya massa suporter Persis Solo menjadi alasan bagi pihak keamanan untuk tidak memberi izin panpel menggelar pertandingan kandang di Stadion Sriwedari. Seperti diketahui, saat bermain di Stadion Manahan Solo, Persis Solo biasa didukung lebih dari 20.000 penonton. Sementara kapasitas Stadion Sriwedari hanya berkisar 10.000 penonton. Hal itu membuat polisi harus bekerja lebih keras untuk mengamankan jalannya pertandingan sekaligus mengamankan penyebaran suporter di luar stadion yang jumlahnya mencapai sekitar 10.000 orang.

“Kami sudah sering membahas soal penggunaan Sriwedari sebagai homebase dengan Polresta Solo. Persoalannya, bentuk pengamanan sulit dilakukan. Itu sebabnya, berat bagi polisi untuk menerbitkan izin. Bahkan dari Polda pun kemungkinan juga tidak memberi izin,” ujar Ketua Panpel Persis, Didik Daryanto.