Luka Modric, Bocah Pengungsi yang Mewujudkan Mimpi

Luka Modric (Reuters/Hannah McKay)
03 Juni 2018 18:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, SOLO - Puing-puing rumah yang hangus terbakar di sekitar Gunung Velebit menjadi saksi sejarah perjalanan hidup seorang Luka Modric. Sebelum dikenal sebagai bintang Real Madrid dan pesepak bola paling populer di Kroasia, Modric mengalami masa kecil yang kelam dan penuh derita.

Dia tinggal di sebuah pondok kecil di wilayah yang sangat terpencil. Tetangga terdekatnya saja berjarak beberapa kilometer. Di depan rumah itu terdapat tanda ”Mines Keep Out!”. Di rumah yang kini atapnya ditumbuhi tanaman merambat tersebut, Modric menjalani masa kecilnya.

Pemain yang lahir pada 1985 tersebut menghabiskan masa kanak-kanak dengan mengungsi ke Zaton Obrovacki untuk menghindari konflik di wilayah tersebut. Dia berada di tempat pengungsian sampai Kroasia mengumumkan kemerdekaan pada 1990-an.

Kakeknya yang juga bernama Luka dibunuh tentara Serbia. Rumahnya dibakar. Keluarganya, termasuk Modric, harus mengungsi ke Zadar, yang letaknya sekitar 40 kilometer dari kediamannya. Dengan latar belakang masa kecilnya itu, Modric tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Ia melawan trauma sambil meniti karier sebagai pesepakbola profesional.

“Saya mendengar ada bocah hiperaktif yang rutin bermain sepak bola di koridor hotel pengungsian, meski sudah saatnya tidur,” ujar pelatih klub divisi utama Kroasia NK Zadar, Josip Bajlo, seperti dikutip Channelnewsasia.com, Sabtu (2/6/2018).

Tanpa pikir panjang, Bajlo langsung memasukkan bocah berperawakan ceking tersebut ke sekolah sepak bola. “Dia menjadi idola di generasinya, menjadi pemimpin, dan pemain favorit. Semua anak ingin melihatnya, apa yang kami lihat saat itu, sekarang inilah yang diperlihatkannya,” jelas Bajlo.

Tentu tak mudah meniti karier di tengah konflik peperangan. Saat perang meletus pada 1991-1995 yang disertai pemberontakan Serbia, Modric tetap berusaha keras mengasah kemampuannya mengolah si kulit bundar. Sampai sekarang ini, dia dijuluki sebagai salah satu gelandang paling cerdas dalam membuat umpan di tim elite Real Madrid.

“Berjuta-juta kali, tempat latihan kami runtuh, dan kami harus ke tempat perlindungan,” ujar teman kecil Modric, Marijan Buljat.

Setelah membantu Madrid menorehkan sejarah sebagai tim yang meraih hattrick juara Liga Champions di era modern, kini Modric bersiap membawa Kroasia berjaya di Piala Dunia 2018. Bermain dengan beberapa pesepak bola yang merumput di klub elite Eropa, seperti Mario Mandzukic dan Ivan Rakitic, Modric mendapat tantangan mengantar Vanetri melangkah sejauh mungkin di Rusia nanti. 

Tokopedia