Piala Dunia 2018: Belgia Terancam Tanpa Kompany

Vincent Kompany (Reuters/Jason Cairnduff)
04 Juni 2018 08:20 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, BRUSSEL — Kurang dari dua pekan Piala Dunia 2018, Belgia justru dicemaskan dengan kondisi kapten mereka Vincent Kompany. Bek Manchester City tersebut mengalami cedera ketika Belgia ditahan Portugal tanpa gol pada laga persahabatan di Stade Roi Baudouin, Brussel, Minggu (3/6/2018) dini hari WIB.

Pelatih Belgia, Roberto Martinez, memasang Kompany sebagai starter bersama defender Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen dalam skema tiga bek. Namun, Kompany mengeluh kesakitan sehingga ditarik keluar lapangan sekitar 10 menit setelah jeda turun minum.

Kompany pun terancam tidak bisa memperkuat Belgia di Piala Dunia 2018. Martinez masih harus menunggu kondisi terkini bek berkepala plontos tersebut sebelum menentukan skuat tetap berisi 23 nama untuk Piala Dunia 2018 yang bakal diumumkannya, Selasa (5/6/2018) mendatang. Martinez juga dibuat pusing tujuh keliling sebab, pengganti Kompany, Thomas Vermaelen, juga sedang berjuang memulihkan cedera hamstring.

"Dengan Vinnie [sapaan Vincent Kompany] kami perlu beberapa pemeriksaan. Dia merasakan nyeri di pangkal paha. Besok, dia akan menjalani pemeriksaan scan dan membutuhkan waktu 48 jam untuk mengetahuinya," jelas Martinez, seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Meski tampil menyerang, Belgia gagal merobek gawang Portugal pada pertandingan di Brussel kemarin. Striker utama Belgia, Romelu Lukaku, tidak mampu memanfaatkan serangkaian peluang yang dia miliki. Portugal sendiri belum menurunkan skuat terbaik. Mereka tidak diperkuat megabintang, Cristiano Ronaldo, yang masih istirahat setelah membawa klubnya, Real Madrid, menjuarai Liga Champions.

Setelah wasit meniup peluit akhir, para pemain Belgia pun mendapat siulan dari suporter mereka yang kecewa dengan penampilan Eden Harzad dkk. Kegagalan Belgia meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri itu sekaligus menodai pesta Vertoghen yang merayakan cap ke-100 bersama Belgia.