Jelang Piala Dunia 2018, Lini Depan Spanyol Malah Tumpul

Timnas Spanyol (Reuters/Heino Kalis)
05 Juni 2018 07:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, VILLAREAL — Akankah keputusan Julen Lopetegui mendepak Alvaro Morata, Pedro Rodriguez hingga Jose Callejon dari skuat Timnas Spanyol bakal menjadi blunder di Piala Dunia (PD) 2018? Jika indikatornya laga persahabatan Spanyol melawan Swiss di Estadio de la Ceramica, Senin (4/6/2018) dini hari WIB, jawabannya bisa jadi ya.

Menguasai pertandingan dan menciptakan 14 peluang, La Furia Roja hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan La Nati, julukan Swiss. Satu-satunya gol Spanyol pun bukan dari para juru gedor, melainkan bek kanan Alvaro Odriozola. Pemain muda Real Sociedad itu berhasil merobek jala Yann Sommer setelah tembakannya sedikit dibelokkan Manuel Akanji.

Tokopedia

Diego Costa yang bermain sejak menit awal lagi-lagi gagal memberikan dampak yang seharusnya diberikan seorang striker. Penyerang Atletico Madrid itu dinilai terlalu statis dan tidak sesuai dengan permainan mengalir ala Tim Matador. Iago Aspas yang dipasang sebagai winger kanan juga minim kontribusi sehingga diganti Lucas Vazquez di babak kedua.

Justru gelandang bertahan seperti Koke yang berulangkali mengancam Swiss lewat tusukan maupun tembakannya. Koke sedikitnya menciptakan dua peluang emas di laga tersebut. Partner Koke di lini tengah, Thiago Alcantara, juga sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh di menit ke-51. Namun upayanya urung berbuah gol karena bisa ditepis kiper lawan.

Lopetegui sendiri enggan menyalahkan Costa lantaran kembali bermain buruk. Dia tak sepakat sang striker terlalu monoton sehingga kurang klop dengan sistem penyerangan Tim Matador. Di laga kemarin Costa memang cenderung terisolasi di lini belakang Swiss. Costa akhirnya diganti Rodrigo di setengah jam terakhir karena performanya tak kunjung berkembang.

“Tidak, saya tidak percaya bahwa Diego Costa terlalu statis. Kami memiliki alternatif, Iago Aspas bisa bermain di kanan dan kami masih memiliki Rodrigo. Kami bisa mencoba kombinasinya, kami harus berkembang,” ujar Lopetegui seperti dilansir Marca, Senin.

Uji coba melawan Tunisia, Minggu (10/6/2018), bisa menjadi eksperimen terakhir Lopetegui sebelum terbang ke Rusia. Sang pelatih meyakini tim akan mencetak lebih banyak gol karena memiliki intensitas dan ritme permainan yang dominan. “Kami akan mencetak gol dari separuh peluang yang kami ciptakan.”