Jelang Piala Dunia 2018, Tuan Rumah Rusia Tampil Jeblok

Timnas Rusia (Reuters/Leonhard Foeger)
06 Juni 2018 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW – Tak pernah menang dalam tujuh pertandingan beruntun dan melorot ke ranking 66 FIFA. Itulah modal Rusia sebelum menjadi tuan rumah (host) di Piala Dunia 2018. Pemanasan yang berantakan itu jelas sangat mengecewakan pendukung Rusia.

Terbaru, tim berjuluk Sbornaya tersebut gagal mempertahankan keunggulan ketika ditahan imbang Turki 1-1 di VEB Arena, Moskow, yang berakhir Rabu (6/6/2018) dini hari WIB. Itu merupakan laga terakhir pasukan Stanislav Cherchesov sebelum bertemu Arab Saudi pada partai pembuka Piala Dunia 2018, Kamis (14/5/2018).

Fans Rusia sebenarnya sangat antusias menyaksikan uji coba penutup sebelum laga pembuka Grup A di Piala Dunia 2018 tersebut. Terbukti, tiket pertandingan terjual habis di stadion berkapasitas 30.000 penonton itu. Namun, Rusia membuat pendukung mereka patah hati dengan kegagalan menang ini.

"Saya bukan terapis untuk meyakinkan seseorang. Kami melakukan cara kami dan hari ini Anda bisa lihat kami membuat perbaikan di lini depan. Kami berada di jalur kami dan kami yakin pada diri sendiri. Namun kami juga butuh fans untuk yakin pada kami," ujar Cherchesov, seperti dilansir Fourfoutwo.com.

Setelah unggul lewat gol Alexander Samedov pada menit ke-39, Rusia kebobolan gol tendangan dari jarak 25 meter oleh pemain pengganti Turki, Yunus Malli di menit ke-59. Kali terakhir Sbornaya meraih kemenangan yakni ketika laga persahabatan kontra Korea Selatan, Oktober silam.

Jika dicermati, lawan-lawan Rusia saat pemanasan sebelum Piala Dunia 2018 memang bukan tim sembarangan. Mereka antara lain bertemu empat juara dunia, yakni Argentina, Spanyol, Brasil, dan Prancis. Rusia menelan kekalahan ketika bertemu Argentina, Brasil, dan Prancis. Sementara itu, Igor Akinfeev dkk. berbagi skor 3-3 kontra Spanyol.

"Kami tidak pernah diam. Saya akan menengok lagi laga sebelumnya dan belajar dari itu. Saya perlu melihat kembali ke belakang. Saya bisa mengatakannya sekarang, namun bicara itu mudah. Saya harus menyaksikan ulang dan membuat perubahan yang tepat," jelas Cherchesov.