Piala Dunia 2018: Puncak Rivalitas Panas Messi-Ronaldo?

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo (Reuters)
11 Juni 2018 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW — Rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah berjalan sekitar satu dekade. Itu ditandai dengan keberhasilan mereka membagi rata penghargaan Ballon d’Or dalam 10 tahun terakhir.

Nah, persaingan pribadi antara Messi dan Ronaldo bisa saja mencapai puncaknya ketika Piala Dunia 2018 di Rusia. Piala Dunia tahun ini disebut-sebut sebagai Piala Dunia terakhir bagi keduanya. Maklum, Messi akan berusia 34 tahun dan Ronaldo bakal menginjak usia 37 tahun jika harus menunggu Piala Dunia berikutnya di Qatar pada 2022 untuk meraih gelar perdana mereka di turnamen sepak bola terakbar sejagat itu.

Ronaldo yang membela Portugal bakal berusaha membawa negaranya meraih trofi keduanya di turnamen mayor setelah Euro 2006 silam. Sedangkan Messi akan mencoba menata puing-puing kegagalan Argentina ketika kalah menyakitkan dari Jerman di final Piala Dunia 2014.

Jika salah satu dari Ronaldo atau Messi menjuarai Piala Dunia, perdebatan panjang mengenai siapa yang paling pantas dinobatkan sebagai greates of all time (GOAT) bakal menemui titik cerah. Tapi, mimpi Ronaldo dan Messi untuk mempersembahkan trofi Piala Dunia untuk negara mereka masing-masing bakal tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Saya tidak tahu. Ini akan tergantung bagaimana kami bermain, dan bagaimana kami mengakhirinya. Faktanya kami kalah dalam tiga Piala Dunia sebelumnya dengan beberapa momen rumit dengan tekanan yang dialami sampai kami ke babak final. Itu tidak mudah, yang jelas kemenangan sangat penting, tapi itu tidak akan mudah diwujudkan,” ujar Messi ketika ditanya apakan akan pensiun setelah Piala Dunia 2018, seperti dilansir Goal.com, Senin (11/6/2018).

Rivalitas panas di Piala Dunia 2018 sepertinya tidak akan melulu membuktikan siapakah yang terbaik di antara pemain bintang. Friksi di lapangan sangat mungkin terjadi dalam laga bertensi tinggi, seperti yang terjadi antara Zinedine Zidane dengan Marco Materazzi pada Piala Dunia 2006, David Beckham versus Diego Simeone pada Piala Dunia 1998, hingga Mauro Tassotti kontra Luis Enrique pada Piala Dunia 1994.

Kapten dan bek Spanyol, Sergio Ramos, memiliki kans sebagai antagonis di Piala Dunia nanti. Pelanggarannya kepada winger Mesir, Mohamed Salah, pada final Liga Champions antara Real Madrid melawan Liverpool, Mei, lalu membuatnya dibanjiri kecaman. Skenario Ramos versus Salah pun berpotensi terjadi di babak 16 besar di Piala Dunia 2018. Hal itu bakal terwujud apabila Spanyol menjuarai Grup B dan Mesir sebagai runner-up Grup A, atau sebaliknya Spanyol runner-up Grup B sedangkan Messir juara Grup A.