Piala Dunia 2018: Jangan Bicara Trofi Dulu, Brasil!

Brasil (Reuters/Damir Sagolj)
19 Juni 2018 13:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, ROSTOV — “Saya senang, benar-benar senang dengan hasil sejauh ini. Ini adalah keindahan sepak bola”. Kalimat itu terlontar dari mulut pelatih tenar asal Portugal, Jose Mourinho, usai menyimak banyaknya kejutan di laga perdana fase grup Piala Dunia 2018.

Setelah juara bertahan Jerman tumbang di tangan Meksiko, hanya beberapa jam kemudian Brasil hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Swiss di Rostov Arena, Senin (18/6/2018) dini hari WIB. Hasil seri itu jelas tak hanya disyukuri Mourinho, melainkan penggawa Swiss yang hanya berstatus underdog ketika menghadapi Selecao, julukan Brasil.

Maklum, performa Gabriel Jesus dkk. jelang kampanyenya di Rusia terlalu “sempurna” untuk diragukan. Brasil tak terkalahkan di 11 laga terakhir dengan delapan di antaranya berbuah kemenangan. Sejak dilatih Adenor Leonardo Bacchi alias Tite pada Juni 2016, Selecao bahkan hanya kalah sekali yakni dari Argentina (0-1) di laga persahabatan, Juni 2017.

Statistik yang menempatkan Brasil menjadi salah satu kandidat utama juara turnamen di Rusia. Namun gol sundulan Steven Zuber menyambut sepak pojok Xherdan Shaqiri di awal babak kedua langsung membuyarkan asa Neymar dkk. untuk mengawali PD kali ini dengan impresif. Baru kali ini lagi Brasil gagal memenangi laga pembuka Piala Dunia sejak diimbangi Swedia 1-1 pada Piala Dunia1978.

“Jika kami punya mental lebih baik, kami mungkin bisa mencetak gol kedua, atau setidaknya membuat kiper mereka bekerja lebih keras,” tukas Tite seperti dilansir ESPN, Senin (18/6/2018).

Tak hanya penyelesaian akhir yang bermasalah, lini tengah Brasil yang diisi trio Casemiro, Paulinho dan Coutinho minim kreasi untuk suplai bola ke lini depan. Neymar pun kerap frustrasi hingga cenderung individualis melihat rapatnya pertahanan Swiss. Karena sering menggiring bola, striker Paris Saint Germain (PSG) ini menjadi sasaran utama untuk dihentikan.

Total ada 10 pelanggaran terhadap Neymar di laga tersebut. Dilansir ESPN, Neymar menjadi pemain Brasil paling banyak dilanggar dalam satu laga Piala Dunia sejak tahun 1966.