Piala Dunia 2018: Jangan Terlalu Bergantung pada Messi, Argentina!

Lionel Messi (Reuters/Agustin Marcarian)
21 Juni 2018 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, NIZHNY NOVGORODArgentina kena batunya karena terlalu bergantung kepada Lionel Messi (Messidependencia) ketika ditahan imbang 1-1 atas Islandia pada partai pembuka Grup D Piala Dunia 2018 lalu. Oleh karena itu, juara dunia dua kali itu tidak boleh terlalu bersandar pada pundak Messi lagi ketika bertemu pesaing terberat mereka di Grup D, Kroasia, di Stadion Nizhny Novgorod, Nizhniy Novgorod, Rusia, Jumat (22/6/2018) pukul 01.00 WIB.

Messi telah membuktikan sebagai salah satu pemain terbaik di planet ini. Tapi ada kalanya pemain berjuluk La Pulga itu menunjukkan dirinya hanyalah manusia biasa. Bintang Barcelona itu menggempur pertahanan Islandia dengan 11 tembakan percobaan, namun tidak ada satu pun yang berbuah gol. Celakanya, kesempatannya untuk membuat Argentina menang menguap setelah tendangan penaltinya ditepis kiper Islandia, Hannes Halldorsson.

Kroasia pun siap memanfaatkan kelemahan Argentina saat mereka terlalu bergantung kepada Messi. Tim berjuluk Vatreni itu akan memastikan lolos ke babak 16 besar apabila bisa menundukkan Argentina di Nizhny Novgorod. Karena sebelumnya, Luka Modric dkk. meraih poin sempurna dengan menggempur Nigeri 2-0 pada laga perdana mereka di Grup D.

“Argentina terlalu bergantung kepada Messi, meski mereka tim yang hebat di beberapa posisi. Dia [Messi] yang paling banyak berkorban. Dia fenomenal, dia bisa memecahkan segalanya kapan saja. Kami tidak perlu takut dengan Argentina, karena sebagai sebuah tim kami lebih baik dari mereka,” jelas gelandang Kroasia, Mateo Kovacic, seperti dilansir Goal.com, Rabu (20/6/2018).

La Albiceleste, julukan Argentina, tentu tidak mau kembali jatuh di lubang yang sama. Argentina harus bangkit dari hasil minor melawam Islandia tersebut agar tidak dibayangi kisah kelam mereka ketika tersingkir dari fase grup Piala Dunia pada 2002. Syaratnya, Argentina tidak boleh melulu mengandalkan Messi.

“Hampir mustahil tidak mempertimbangkannya dan tidak memberinya bola. Namun realitasnya, ini permainan tim dan kami harus ikut tanggung jawab,” jelas defender Argentina, Gabriel Mercado, dilansir Fifa.com.

Jorge Sampaoli disebut-sebut akan membuat perubahan dibanding ketika timnya ditahan Islandia. Eks pelatih Chile tersebut digadang-gadang bakal memainkan penyerang muda, Cristian Pavon, untuk menggantikan Angel di Maria demi menambah daya kreativitas timnya di lini depan.

Perubahan juga kemungkinan dilakukan Sampaoli dengan mengganti Lucas Biglia dengan Giovani Lo Celso di sektor gelandang tengah. Tugas Pavon dan Lo Celso yakni menyuplai bola kepada Messi dan ujung tombak Argentina yang kemungkinan tetap diperankan Sergio Aguero dalam formasi 3-3-3-1.