Piala Dunia 2018: Masihkah Messi Layak Dibela?

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo (Reuters)
21 Juni 2018 20:36 WIB Adib Muttaqin Asfar Dunia Share :

Solopos.com, SOLO -- Messidependencia atau Argentina sangat tergantung pada Lionel Messi. Begitu kata-kata yang sering disematkan untuk tim nasional Argentina saat ini. Bahkan, saat Argentina hanya bermain imbang di pertandingan pertama melawan Islandia, Messi masih saja dibela.

Benarkah Argentina tergantung pada Messi? Jawabannya tergantung pada sudut pandangnya. Saat melawan Islandia, Sabtu (16/6/2018) malam WIB lalu, Messi memang tampil dominan. Dia melepaskan total 11 tembakan dan menjadi pemain yang melepas tembakan. Sayangnya, tak satu pun menghasilkan gol untuk Argentina.

Statistik ini jauh lebih banyak daripada dua striker yang turun di pertandingan itu. Gonzalo Higuain tak satupun melepaskan tembakan ke gawang. Sedangkan Sergio Aguero hanya 3 tembakan. Namun efektivitasnya jauh lebih baik dari Messi, karena 1 tembakan di antaranya berbuah gol.

Peran Messi dalam aliran bola tim Argentina ke depan juga terlihat sentral. Hampir semua bola yang mengalir ke depan, khususnya mendekati kotak 11 pas, "harus" melewati La Pulga. Bahkan Messi menjadi salah satu pemain paling banyak menyentuh bola, yakni 116 sentuhan, hanya kalah dari Javier Mascherano (153 sentuhan).

Namun sentuhan Messi hanya sampai di situ. Statistik menunjukkan akurasi umpan Messi hanya 85,7%. Akurasi itu hanya lebih baik daripada Eduardo Salvio, Maximiliano Meza, dan Aguero yang memang bukan bermain sebagai pengumpan.

Karena itu, secara keseluruhan, performa Argentina memang tidak terlalu bagus. Rating penampilan Messi Sabtu lalu hanya 7,69, namun itu adalah rating tertinggi dari seluruh pemain Argentina lainnya yang turun hari itu.

Messi memang memegang posisi yang lebih sentral daripada di Barcelona. Jika di level klub dia berposisi sebagai mesin gol di lini depan, maka di Argentina dia berdiri di belakang striker, layaknya playmaker seperti Luka Modric di kubu Kroasia.

Melawan Kroasia, Messi memang dituntut mampu menjadi motor permainan, bukan sebagai striker yang memburu rekor gol. Jadi kalau Messi gagal sebagai penyambung lini tengah dan penyerang, maka permainan tim menjadi tumpul. Apalagi jika dia lebih suka memaksakan diri melepas tembakan langsung tanpa peduli posisi Aguero atau Higuain ada di mana.

Kenyataannya, gol tunggal Argentina ke gawang Islandia sama sekali tidak melibatkan peran Messi. Berawal dari tendangan Marcos Rojo di sisi kiri yang tak terlalu keras ke kotak penalti lawan, bola jatuh ke kaki Aguero dan langsung diceploskan ke gawang. Dan Messi? Dia hanya ikut berselebrasi, itu pun sebagai pemain yang terakhir datang ke kerumunan rekan-rekannya dan tanpa senyuman lebar.

Jika Messi kembali "harus" dominan malam nanti, Jumat (22/6/2018) dini hari pukul 01.00 WIB, bukan tidak mungkin Argentina gagal meraih poin penuh. Statistik akan kembali membuktikan, Messi akan menjadi pahlawan atau sebaliknya malam ini.

Tokopedia