Piala Dunia 2018: Jerman Berharap Banyak pada Marco Reus

Marco Reus (Reuters/Hannah McKay)
23 Juni 2018 20:34 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, SOCHI – Apa yang harus dilakukan Jerman agar bisa bangkit dari kekalahan melawan Meksiko? Jawabannya mungkin ada pada diri Marco Reus.

Reus disebut-sebut bisa menjadi solusi atas kekalahan Jerman pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2018 lalu. Pemain Borussia Dortmund itu diyakini akan memberi dampak positif apabila dimainkan sejak menit awal ketika Der Panzer, julukan Jerman, bakal bertemu Swedia pada laga kedua Grup F di Olimpiyskiy Stadion Fisht, Sochi, Minggu (24/6/2018) pukul 01.00 WIB.

Reus baru turun dari bangku cadangan pada menit ke-60 ketika Sami Khedira ditarik keluar lapangan saat takluk dari Meksiko. Si Burung Pelatuk, julukan Reus, sebenarnya tidak banyak mengubah performa Der Panzer. Namun, itu diyakini berbeda jika dia bermain sejak awal. Apa alasannya?

Pemilik No. 11 di Borussia Dortmund itu memiliki potensi untuk membuat serangan Jerman menjadi seimbang sebagai penopang di belakang striker. Pemain berusia 29 tahun tersebut juga lihai menyisir sayap dan mengirimkan crossing untuk rekan setimnya, atau mengambil sendiri finishing.

Reus mencetak tujuh gol hanya dalam 11 pertandingan Bundesliga, di mana empat laga di antaranya selalu bermain 90 menit. Assistnya pada laga persahabatan melawan Arab Saudi sebelum Piala Dunia membuktikan dirinya pantas menjadi penopang serangan, salah satunya ketika ditandemkan dengan Timo Werner.

Sebenarnya, daya serang juara bertahan tidak mengalami kelesuan. Bahkan, mereka mampu mengemas 26 percobaan tembakan melawan Meksiko. Masalahnya, serangan Jerman tidak berlangsung efektif. Hanya sembilan tembakan percobaan Der Panzer yang mengarah sasaran.

Asisten Pelatih Jerman, Miroslav Klose, yakin Reus bisa menjadi kunci kebangkitan Jerman melawan Swedia. Dia menilai Thomas Muller bisa menjadi tandem yang cocok bagi Reus. Duo Der Klasiker (pemain Bayern Munich-Dortmund) itu diharapkan membantu Jerman dari kebuntuan saat mencetak gol melawan Meksiko yang menerapkan strategi bertahan.

“Inilah kali pertama saya melihat tim ini mendapat tekanan sebesar ini. Kami mengeluarkan permainan terbaik saat berada dalam tekanan, saya sangat positif untuk laga Sabtu [Minggu dini hari WIB] nanti,” ujar Klose, seperti dilansir Bundesliga.com, Jumat (22/6/2018).

Sementara itu, Swedia bisa saja meniru blueprint Meksiko untuk mengalahkan Jerman. Yaitu dengan bermain bertahan dan mengandalkan counter attack untuk mencetak gol. Akan tetapi hal itu dibantah keras kapten Swedia, Andres Granqvist. “Jangan bermain seperti Meksiko. Kami memiliki tipe pemain yang berbeda [dengan Meksiko],” jelas Granqvist, seperti dikutip Nytimes.com.

Serangan Swedia sendiri tidak boleh diremehkan. Meski ditinggalkan Zlatan Ibrahimovic yang pensiun, tim berjuluk Blagult meroket dengan 26 gol selama kualifikasi. Sayang, Swedia hanya mencetak sebiji gol dalam dua laga saat menyingkirkan Italia di babak play-off. Victor Lindelof dkk. juga hanya mencetak sebiji gol dalam empat laga persahabatan sebelum Piala Dunia.