Piala Dunia 2018: Tak Cuma Hotel & Kuliner, Bisnis Aplikasi Kencan Juga Ramai

Piala Dunia 2018 (Reuters/Michael Dalder)
23 Juni 2018 19:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW – Bukan hal aneh jika ajang sekelas Piala Dunia selalu mampu menggerakkan roda perekonomian negara penyelenggara. Usaha kuliner, hotel hingga jasa transportasi mendadak sibuk melayani gelombang tamu dari suporter di seluruh dunia yang seolah tak ada habisnya. Tercatat hingga pekan lalu, turnamen sepak bola akbar empat tahunan itu telah menarik lebih dari dua juta pengunjung.

Namun siapa sangka jika luberan wisatawan ini juga berpengaruh signifikan pada penggunaan aplikasi kencan online. MTS, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Rusia sudah membuktikannya. Mereka mencatat ada peningkatan penggunaan aplikasi teman kencan Tinder hingga 11 kali lipat seperti dilansir The Moscow Times, Rabu (20/6/2018). Peningkatan ini paling kentara di lokasi dekat stadion serta zona fan di Moskow, Saint Petersburg dan Saransk.

Operator Tele2 juga menginformasikan adanya lonjakan penggunaan Tinder sedikitnya 3,5 kali lipat dibanding dengan rata-rata sebelum penyelenggaraan Piala Dunia. Fenomena tersebut diperkuat data MegaFon yang menyebut penggunaan aplikasi teman kencan menyumbang 1% dari total lalu lintas data layanan, tepatnya saat partai pembukaan antara Rusia melawan Arab Saudi.

Peningkatan pemakaian Tinder di ajang besar seperti Piala Dunia 2018 sebenarnya bukan hal baru. Saat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, peningkatan penggunaan Tinder mencapai 350%. Aplikasi ini sepertinya benar-benar dimanfaatkan untuk menemukan teman baru bahkan teman kencan, di antara lautan manusia yang membanjiri ajang Piala Dunia. Apalagi para pendatang ini terbantu keberadaan sekitar 32.000 titik hotspot publik yang tersebar di negara tersebut.

Perempuan Rusia sendiri sering menggunakan Tinder untuk bertemu lelaki asing. Meski demikian, sebagian besar dari pertemuan itu hanya untuk mencari teman, tidak untuk mencari hubunga serius. Situasi ini rupanya sudah diantisipasi.

Sebelum penyelenggaraan Piala Dunia 2018, seorang politisi senior Rusia memperingatkan perempuan di Negeri Beruang Merah untuk tidak “kebablasan” berhubungan dengan fans sepak bola asing. Pernyataan kontroversial ini didasari alasan para perempuan Rusia tak menjadi orang tua tunggal ketika fans sepak bola meninggalkan Rusia setelah Piala Dunia. 

Tokopedia