Piala Dunia 2018: Inggris vs Panama, Akhiri Penantian Back-to-Back

Pelatih Inggris, Gareth Southgate, memeluk kapten Harry Kane. (Reuters)
24 Juni 2018 10:10 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, NIZHNY NOVGOROD — Kapan kali terakhir Inggris merasakan kemenangan beruntun dalam dua laga pembuka di Piala Dunia? Jawabannya sudah 12 tahun silam atau tepatnya pada Piala Dunia 2006.

Sejak itu, Inggris tidak pernah lagi menang back-to-back dalam dua laga pembuka di turnamen sepak bola paling akbar seantero bumi ini. Di Piala Dunia 2010, Inggris hanya bermain imbang dalam dua laga pembuka fase grup melawan Amerika Serikat dan Aljazair. Sementara di Piala Dunia 2014, tim berjuluk The Three Lions secara ironis selalu tumbang dalam dua laga perdana masing-masing dari Italia dan Kosta Rika.

Namun di Piala Dunia 2018 ini, The Three Lions memiliki kans besar untuk meraih start sempurna dalam dua laga pembuka di Grup G. Setelah menang tipis 2-1 atas Tunisia, pasukan Gareth Southgate bakal berjumpa Panama di Stadion Nizhny Novgorod, Nizhny Novgorod, Rusia, Minggu (24/6/2018) pukul 19.00 WIB (disiarkan langsung Trans TV).

Target menang back-to-back itu sangat penting bukan hanya untuk mengapus start jeblok Inggris dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Lebih dari itu, Inggris harus kembali menang supaya nasib mereka lolos ke babak 16 besar tidak perlu menunggu laga penutup Grup G melawan tim tangguh, Belgia.

Meski demikian, bukan berarti Inggris meremehkan Panama. Meski kalah telak 0-3 dari Belgia pada laga perdana Grup G, Panama menunjukkan pertahanan solid. Kelemahan tim asal Amerika Utara itu hanya mengenai mencetak gol. Maka, Inggris harus berusaha keras untuk membongkar pertahanan Panama. Dalam duel versus Tunisia, Inggris dominan dalam serangan. Sayang, Kane dkk. kesulitan menembus pertahanan rapat Tunisia. Namun, Inggris akhirnya melesakkan dua gol melalui situasi bola mati.

Apabila bisa merobek gawang Panama, Kane akan mengikuti jejak Ron Flowers yang selalu mencetak gol dalam dua laga pembuka di Piala Dunia. Sejauh ini, tidak ada pemain Inggris yang konsisten mencetak gol dalam dua laga pembuka di Piala Dunia sejak Flowers melakukannya pada Piala Dunia 1962.

“Tentu, dia [Kane] merupakan bagian penting kami. Rekor golnya sudah membuktikan dirinya sebenarnya, namun kami punya banyak penyerang bagus yang bisa mencetak gol atau assist. Yang penting, kami bisa mendukung Harry namun juga berkontribusi di posisinya sendiri,” jelas gelandang Inggris, Jordan Henderson, seperti dikutip standard.co.uk, Sabtu (23/6/2018).

Hanya, Southgate tak bisa memasang Dele Alli yang masih dihantui cedera paha. Sebagai gantinya, eks pelatih Inggris U-23 tersebut kemungkinan akan menurunkan Ruben Loftus-Cheek menggantikan posisi Alli. Ia akan bermain dengan Raheem Sterling atau Marcus Rashford sebagai penopang Kane. Rashford bisa jadi akan turun sejak menit awal setelah peforma impresifnya seusai turun dari bangku cadangan saat melawan Tunisia.

Duel Inggris versus Panama tak ubahnya pertarungan serdadu muda melawan serdadu tua. Maklum, Inggris dipenuhi pemain-pemain belia dengan rata-rata usia 25,6 tahun, termuda di antara kontestan Piala Dunia 2018 lainnya. Adapun Panama diperkuat empat pemain yang sudah berusia 34 tahun ke atas, yakni kiper Jaime Penedo, 36, gelandang Gabriel Gomez, 34; Blas Perez, 37, dan penyerang Luis Tejada, 36. “Kami semua sudah siap ini akan seperti apa,” jelas Gabriel Gomez, dilansir apnews.com.