Piala Dunia 2018: Pertahanan Iran Kuat Bagai Baja, Bisa Apa Ronaldo?

Stiker Portugal, Cristiano Ronaldo, merayakan gol ke gawang Maroko. (Reuters)
25 Juni 2018 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, SARANSK — Penampilan Cristiano Ronaldo perkasa bak tokoh Marvel, Iron Man, di Piala Dunia 2018 ini. Megabintang Portugal tersebut moncer empat gol yang menjadikannya salah satu kandidat peraih Sepatu Emas di Rusia.

Ronaldo memang tak pernah absen dalam dua laga pembuka. Setelah mengemas hattrick melawan Spanyol, bintang Real Madrid merobek gawang Maroko pada laga kedua di Grup B Piala Dunia 2018. Ia bersaing dengan bomber Belgia, Romelu Lukaku, yang sama-sama bertengger di puncak daftar top scorer sementara Piala Dunia 2018 dengan empat gol.

Namun, konsistensi Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor pada Piala Dunia 2018 akan diuji ketika melawan Iran pada laga penutup Grup B di Mordovia Arena, Saransk, Selasa (26/6/2018) pukul 01.00 WIB. Iran yang dinakhodai pelatih asal Portugal, Carlos Queiroz, mengusung gaya sepak bola pragmatis yang membuat lawan-lawan mereka kesulitan mencetak gol.

Bahkan, Iran tak segan menumpuk 11 pemainnya di wilayah pertahanan ketika melawan Spanyol pada laga kedua Grup B lalu. “Dia semakin bagus dari tahun ke tahun. Orang-orang menunggunya menua dan permainannya menurun, namun faktanya justru semakin hebat,” ujar winger Portugal, Bernardo Silva, tentang Ronaldo, seperti dilansir Reuters, Minggu (24/6/2018).

Gol-gol Ronaldo dibutuhkan Portugal bukan hanya untuk menambah isi rekening gol sang megabintang di Piala Dunia 2018 atau memuaskan narisisismenya di pesta sepak bola terakbar di dunia ini. Lebih dari itu, gol Ronaldo diperlukan untuk mengantar Portugal lolos ke babak 16 besar yang ditentukan di partai penutup Grup B.

Posisi Portugal untuk lolos ke fase knock-out belum bisa dikatakan aman. Meski berada di dua besar klasemen sementara Grup B bersama Spanyol, Portugal hanya unggul sebiji poin atas Iran. Portugal harus bermain minimal imbang atas Iran agar nasib mereka lolos ke babak 16 besar tidak perlu bergantung dengan hasil Spanyol melawan Maroko.

Bentrok di Mordovia Arena sekaligus menguak nostalgia Ronaldo dengan pelatih Iran, Carlos Queiroz. Ronaldo mengenal Queiroz sejak sama-sama di Manchester United dan Real Madrid. Mantan asisten pelatih United, Sir Alex Ferguson, itu juga pernah menangani Timnas Portugal. Namun, hubungan keduanya disebut-sebut merenggang karena Ronaldo menyalahkan Queiroz ketika Portugal didepak Spanyol dari babak 16 besar Piala Dunia 2010.