Piala Dunia 2018: Sekarang atau Tidak Selamanya, Messiah!

Lionel Messi (Reuters/Matthews Childs)
26 Juni 2018 19:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, ST. PETERSBURG — Nasib Argentina di Piala Dunia 2018 akan bergantung pada pemain yang mengalami kelainan hormonal di waktu kecilnya. Bocah kelahiran Rosario, Argentina, itu pernah divonis tidak bakal tumbuh tinggi lebih dari 150 cm. Ia pun harus mengonsomsi obat hormonal setiap hari.

Tapi bocah ringkih tersebut berhasil melewati masa-masa sulitnya sembari mengasah talenta alaminya bermain sepak bola. Ia genap berusia 31 tahun, Minggu (24/6/2018) kemarin. Dia tumbuh menjadi salah satu pesepak bola terpopuler di muka bumi ini dengan melesakkan 552 gol dan mempersembahkan 31 trofi bergengsi untuk Barcelona.

Kini, siapa yang tak mengenal Lionel Messi, nama bocah tersebut. Berbagai rekor individu sudah ia pecahkan, plus mendapat lima penghargaan Ballon d’Or yang mengesahkannya sebagai pemain terbaik dunia. Tapi dua hari setelah hari ulang tahunnya ke-31, Messi bakal menghadapi tekanan terberat dalam kariernya yakni menyelamatkan Argentina dari lubang jarum untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Ekspektasi Argentina mengakhiri paceklik meraih gelar Piala Dunia sejak 1986 seolah dibebankan kepada Messi. Dalam tiga edisi Piala Dunia sebelumnya, Messi selalu gagal memenuhi harapan itu. Di Piala Dunia 2018, Messi kembali diharapkan bisa menjadi pahlawan bagi tim berjuluk La Albiceleste.

Namun, alih-alih menjadi pahlawan, Messi sejauh ini justru lebih tepat disebut pencundang di Rusia. Di saat pemain bomber-bomber terbaik dunia, seperti Cristiano Ronaldo, Harry Kane, Romelu Lukaku, dan Neymar berlomba-lomba mencetak gol untuk bersaing mendapatkan Sepatu Emas Piala Dunia 2018, Messi justru berjalan ke arah berlainan.

Dalam laga pembuka Grup D, Messi gagal mencetak gol penalti ketika Argentina ditahan Islandia. La Pulga, julukan Messi, juga mati kutu ketika La Albiceleste digempur Kroasia 0-3. Tapi Dewi Fortuna masih sayang kepada Argentina. Peluang mereka lolos ke babak 16 besar tidak tertutup rapat setelah “dibantu” Nigeria yang menundukkan Islandia 2-0 pada laga kedua Grup D.

Kini, Argentina mau tak mau harus mengalahkan Nigeri pada laga penutup Grup D di Saint-Petersburg Stadium, St. Petersburg, Rabu (27/6/2018) pukul 01.00 WIB. Nigeria sendiri hanya membutuhkan hasil imbang untuk mendampingi Kroasia sebagai tim dari Grup D yang lolos ke fase knock-out.

Messi tentu sadar, inilah saatnya dirinya menyelamatkan Argentina. Jika gagal, ia bisa kembali memilih gantung sepatu tanpa menyimpan satu pun trofi Piala Dunia di rak lemari gelarnya. Messi beberapa kali menjadi penyelamat La Alcibeleste di laga krusial. Paling gres, Messiah, julukan lain Messi, secara heroik mencetak hattrick ke gawang Ekuador yang menyelamatkan La Albiceleste lolos dari lubang jarum ke putaran final Piala Dunia 2018 ini. 

Tokopedia