Argentina Lolos ke 16 Besar, Bukan Cuma Karena Messi

Marcos Rojo merayakan golnya ke gawang Nigeria sekaligus membawa Argentina menang 2-1 di St Petersburg, Rusia, Rabu (27/6/2018) dinihari. (Twitter - FIFA)
27 Juni 2018 03:04 WIB Adib Muttaqin Asfar Dunia Share :

Solopos.com, ST PETERSBURG -- Argentina akhir lolos secara dramatis ke babak 16 besar setelah berjuang keras menaklukkan Nigeria 1-2. Argentina yang sudah unggul 1 gol di babak pertama harus kebobolan di menit 59 oleh penalti Victor Moses, sebelum dibalas dengan gol Marcos Rojo di menit 86.

Argentina memainkan pola yang berbeda. Dengan pola 4-3-3, Lionel Messi menempati posisi naturalnya di kanan depan, sangat berbeda dengan di dua pertandingan sebelumnya di mana dia berperan sebagai pengatur serangan. Messi tak banyak turun ke bawah dan tidak terlibat dalam upaya membangun serangan di tengah.

Dampaknya, Messi bisa berkonsentrasi di depan bersama Higuain dan Di Maria. Dengan formasi tersebut, trisula Argentina itu bisa mencegah tiga bek Nigeria maju membantu serangan.

Jalannya Pertandingan

Namun, kesalahan kembali dilakukan Mascherano di menit 59 dan kali ini berdampak fatal. Saat terjadi tendangan sudut untuk Nigeria, Mascherano mendorong Leon Balogun hingga jatuh di kotak terlarang. Wasit Cuneyt Cakir pun menunjuk titik putih. Gol! Victor Moses yang maju sebagai eksekutor menceploskan bola ke gawang Franco Armani. Skor 1-1.

Berikutnya, Argentina tetap mendominasi permainan meski sulit menembus pertahanan Nigeria. Justru serangan balik cepat Nigeria di menit 59 mampu membuat duet bek Argentina keteteran.

Cristian Pavon yang menggantikan Enzo Perez langsung menekan melalui sayap kanan Argentina. Sayang, umpan crossingnya untuk Di Maria bisa dipotong oleh bek tengah Nigeria, William Troost-Ekong. Menit 68, permainan satu dua antara Messi dan Pavon belum bisa menembus kotak penalti Nigeria.

Nigeria yang mengejar hasil imbang menerapkan garis pertahanan rendah dengan menumpuk 4-5 pemain di kotak penalti. Hasilnya, Argentina sulit menembus kotak 11 pas. Bahkan sebuah serangan balik cepat Nigeria berujung tembakan keras Onyinye Ndidi yang melayang tipis di atas gawang Armani.

Menit 75, serangan balik cepat membuat lini belakang Argentina kembali melakukan kesalahan. Marcos Rojo yang mencoba menghalau tendangan terlihat menyentuh bola dengan lengan kirinya hingga memicu protes Obi Mikel. Namun setelah melihat review melalui VAR, wasit menyimpulkan tak ada pelanggaran.

Utak-utik bola antara Messi dan dua pemain Argentina di kotak penalti membuka celah pertahanan Nigeria. Ever Banega mengakhirinya dengan tembakan mendatar, namun masih meleset dari gawang.

Tak puas dengan serangan Argentina, Sampaoli membuat memasukkan Sergio Aguero dan menarik bek kiri Nicolas Tagliafico di menit 81. Perubahan ini membuat sisi kiri pertahanan Argentina terbuka. Pada menit 83, Ighalo menusuk pertahanan Argentina dan melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis Armani. Bahkan situasi memburuk saat Banega menjatuhkan pemain Nigeria di depan kotak penalti. Beruntung, tendangan bebas Etebo melayang di sisi kiri gawang Armani.

Argentina baru benar-benar bernafas pada menit 86. Upaya Messi melepaskan umpan ke mulut gawang gagal. Namun saat bola berhasil direbut, Gabriel Mercado membawa bola dan melepaskan crossing matang. Marcos Rojo yang berdiri bebas melepaskan tembakan langsung ke gawang Nigeria dan GOL. Skor 1-2 untuk keunggulan Argentina.

Messi beberapa kali berupaya melakukan tusukan di kiri dan kanan. Namun gelandang-gelandang Argentina lebih memilih turun lebih dalam untuk membantu pertahanan. Kemenangan 1-2 sudah cukup untuk membuat Argentina lolos sebagai runner up Grup D dengan 4 poin. Nigeria pun tersingkir karena hanya meraih 3 poin.


Babak Pertama

Argentina melepaskan ketegangan dengan keunggulan 1-0 atas Nigeria dalam laga paling menentukan di Grup D Piala Dunia 2018 di Saint Petersburg Stadium, Rabu (27/6/2018) dinihari. Lionel Messi memecah kebuntuan Argentina dengan mencetak gol dari sayap kanan.

Seperti diprediksi banyak pihak, pelatih Argentina Jorge Sampaoli menerapkan skema 4-3-3 yang disebut-sebut bisa menempatkan Messi di posisi terbaik. Messi memang sangat akrab dengan pola ini khususnya di Barcelona. Dalam skema ini, Messi bermain di depan kanan yang menjadi posisi naturalnya.

Argentina sebenarnya mengawali pertandingan dengan tidak terlalu baik. Beberapa kesalaha terjadi di lini pertahanan yang dimanfaatkan barisan penyerang Nigeria. Salah satunya backpass Javier Mascherano yang dengan gampang direbut pemain Nigeria. Untungnya, Marcos Rojo masih mampu merebut bola di kotak penalti.

Seperti biasa, Argentina mendominasi penguasaan bola. Hingga menit 25, tercatat Messi dkk mendapatkan 66% penguasaan bola berbanding 34%. Beberapa kali Messi dan Enzo Perez gagal menembus ketatnya sisi kanan pertahanan Nigeria. Begitu pula Angel Di Maria yang belum mampu menusuk dari sisi kiri.

Di menit 14, upaya Argentina membuahkan hasil. Berawal dari umpan panjang Ever Banega dari tengah, Messi lepas dari jebakan offside di sisi kiri pertahanan Nigeria sambil melepaskan tembakan dan gol. Skor 1-0 untuk keunggulan Argentina.

Menit 27, giliran Messi membuat peluang untuk Higuain. Dia mengirim umpan matang yang disambar Higuain dengan tembakan ke gawang. Namun, bola masih bisa diselamatkan kiper Nigeria Francis Uzoho.

Peluang kembali diperoleh Messi. Pada menit 32, Leon Balogun mengganjal Di Maria yang melakukan solo run untuk mengejar bola hingga mendekati kotak penalti. Balogun diganjar kartu kuning dan Argentina mendapat hadiah tendangan bebas dari jarak dekat. Messi yang menjadi eksekutor mengarahkan bola ke tiang jauh, namun tipis membentur mistar gawang.

Menit 39, Messi mengirim umpan ke Di Maria. Sayap kiri Paris St Germain itu melepaskan tembakan ke gawang Nigeria namun berhasil diblok oleh Uzoho. Nigeria juga berupaya menekan, namun kiper Franco Armani yang mengawal gawang Argentina tampil lebih disiplin. Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Susunan Pemain

Nigeria:
Francis Uzoho, Leon Balogun (kartu kuning), William Troost-Ekong, Kenneth Omeruo (90 Iwobi), Victor Moses, Oghenekaro, John Obi Mikel (kartu kuning), Onyinye Ndidi, Brian Idowu, Kelechi Iheanacho (46, Odion Ighalo), Ahmed Musa (90 Simmy)

Argentina:
Franco Armani, Gabriel Mercado, Nicolas Otamendi, Marcos Rojo (1 gol), Nicolas Tagliafico (kartu kuning, 80 Aguero), Enzo Perez (60' Pavon), Javier Mascherano (kartu kuning), Ever Banega (kartu kuning), Lionel Messi (1 gol), Gonzalo Higuain, Angel Di Maria (71 Maximiliano Meza)

Tokopedia