Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia Berlanjut

Jerman (Reuters/Michael Dalder)
28 Juni 2018 09:25 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, JAKARTA - Tersingkirnya Jerman di fase grup Piala Dunia 2018 membuat kutukan sang juara bertahan berlanjut. Ya, dalam beberapa edisi terakhir juara bertahan Piala Dunia memang kerap terhenti di fase penyisihan grup.

Jerman mengawali kampanye Piala Dunia 2018 dengan kekalahan 0-1 dari Meksiko. Kemudian di partai kedua, Jerman mampu mengalahkan Swedia dengan skor 2-1. Jerman pun diwajibkan menang saat melawan Korea Selatan di laga penentu Grup F di Kazan Arena, Rabu (27/6/2018) malam WIB.

Namun, Jerman justru tumbang dengan skor 0-2. Dua gol kemenangan Korsel itu dilesakkan oleh Kim Young-Gwon dan Son Heung-Min. Der Panzer pun dipastikan tersingkir dengan menjadi juru kunci. Jerman mengoleksi tiga poin sama dengan Korsel di posisi ketiga. Sementara dua tim yang lolos ke babak 16 Besar, Swedia dan Meksiko, sama-sama mengoleksi enam poin.

Kekalahan ini membuat nasib Jerman sama dengan Prancis, Italia, dan Spanyol saat berstatus juara bertahan. Prancis juga gagal total saat Piala Dunia 2002. Mereka tersingkir di fase grup dengan status juara bertahan dan hanya mengumpulkan satu poin.

Status juara bertahan juga membuat Italia tak bisa berbicara banyak pada Piala Dunia 2010. Mereka tampil jeblok dan tersingkir di fase penyisihan grup. Mereka menjadi juru kunci dan hanya mengemas dua poin dari tiga laga yang dijalani.

Kutukan juara bertahan kemudian berlanjut ke Spanyol. Di Piala Dunia 2014, Spanyol tersingkir lebih awa setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup. Satu kemenangan di laga terakhir pun tak cukup menyelamatkan mereka.

Dari rentang 2002 hingga 2018 ini, cuma Brasil yang bisa melawan kutukan. Juara Dunia 2002 itu berhasil melewati fase grup Piala Dunia 2006. Meski gagal juara, Brasil bisa finis di babak perempatfinal setelah dibekuk Spanyol.

Tokopedia