Piala Dunia 2018: Dukungan Legenda, Kunci Kebangkitan Kolombia

Timnas Kolombia (Twitter)
28 Juni 2018 16:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, SAMARA — Ada sosok yang tak asing tengah-tengah suporter Kolombia ketika tim berjuluk Los Cafeteros merayakan kemenangan atas Polandia 3-0 pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2018. Dia adalah legenda Kolombia, Carlos Valderrama.

Penampilan Valderrama nyaris tak berubah seperti ketika dirinya masih aktif membela Kolombia pada era 1990-an. Terutama potongan rambutnya yang mengembang dan berwarna pirang keemasan. Dia duduk bersebelahan dengan legenda Kolombia lainnya, Rene Higuita, sebagai saksi kebangkitan Radamel Falcao dkk. di Piala Dunia 2018.

Setelah takluk mengejutkan 1-2 dari Jepang, Kolombia akhirnya meraih kemenangan meyakinkan pada laga kedua kontra Polandia. Kemenangan tiga gol tanpa balas itu membuka peluang Los Cafeteros untuk lolos ke babak 16 besar.

Pasukan Jose Pekerman ini pun bisa menentukan nasib sendiri ke fase knock-out. Syaratnya yakni dengan menundukkan Senegal di Samara Arena, Samara, Kamis (28/6/2018) pukul 21.00 WIB. Senegal juga masih berpeluang lolos ke babak 16 besar setelah menang sekali dan imbang sekali dalam dua laga pembuka mereka. Sebenarnya Kolombia masih bisa lolos ke babak berikutnya jika bermain imbang atas Senegal, namun dalam laga Grup H lainnya Jepang harus kalah dari Polandia.

Kolombia percaya diri bisa kembali melangkah ke babak 16 besar seperti pada Piala Dunia 2014 alias secara back-to-back dalam dua edisi Piala Dunia. Lolos ke babak 16 besar secara beruntun dalam dua edisi Piala Dunia tidak pernah diukir Kolombia, bahkan ketika era Valderrama. Pada masa Valderrama, Los Cafeteros lolos ke babak 16 besar di Piala Dunia 1990 Italia, mereka tersungkur di fase grup pada Piala Dunia 1994 dan 1998.

Jika lolos, maka Kolombia akan bertemu antara Inggris dan Belgia yang sudah memastikan lolos dari Grup G. “Konsentrasi kami 100 persen untuk laga melawan Senegal, bukan siapa yang akan kami hadapi di babak berikutnya,” ujar kiper Kolombia, David Ospina, seperti dilansir Onefootball.com, Rabu (27/6/2018).

Kembalinya James Rodriguez ke line-up Kolombia mendongkrak performa pasukan Pekerman bermain cemerlang saat menundukkan Polandia. Playmaker Bayern Munich itu menyokong dua assist, masing-masing untuk gol Yerry Mina dan Juan Cuadrado.

James terlibat dalam proses 10 gol dalam dua edisi Piala Dunia terbaru, masing-masing enam gol dan empat assist. Tidak ada pemain dengan kontribusi semasif James untuk kombinasi gol dan assist pada Piala Dunia 2014 dan Piala Dunia 2018.