Preview Inggris Vs Belgia: Rotasi atau Gengsi?

Timnas Inggris (Reuters/Carl Recine)
28 Juni 2018 17:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, KALININGRAD — Siapa yang bakal memuncaki Grup G Piala Dunia 2018? Jawabannya akan ditentukan ketika Inggris bertemu Belgia. Duel di Kalingrad Stadium, Kaliningrad, Jumat (29/6/2018), pukul 01.00 WIB itu sudah tidak berpengaruh dengan kelolosan dari Grup G. Sebab, Inggris dan Belgia sama-sama sudah memastikan lolos ke babak 16 besar.

Inggris dan Belgia hanya akan berebut posisi puncak klasemen Grup G. Sejauh ini, Inggris dan Belgia memiliki jumlah poin, selisih gol, dan produktivitas gol yang identik. Maka pemenang dalam duel ini akan menjadi juara Grup G.

Meski berpengaruh pada calon lawan di babak 16 besar  Piala Dunia 2018, Inggris dan Belgia bisa saja sama-sama akan mengistirahatkan beberapa pilar utama mereka pada duel ini. Maklum, juara Grup G justru berpeluang bertemu Senegal atau Kolombia yang kemungkinan menjadi runner-up Grup H.

Sementara jika finis sebagai runner-up Grup G, tim tersebut kemungkinan berjumpa Jepang yang diprediksi finis sebagai juara Grup H. Mantan bek kanan Timnas Inggris, Gary Neville, terang-terangan memberi saran kepada Pelatih Inggris, Gareth Southgate untuk mencadangkan tiga hingga empat pilarnya.

“Saya melihat Inggris bisa sampai ke perempatfinal dengan mengistirahatkan kaki mereka, di mana mereka tidak perlu dimainkan untuk laga [terakhir grup] itu. Saya yakin jika kami memanfaatkan skuat yang ada, itu akan memberi efek bagus untuk babak berikutnya,” jelas Neville, seperti dilansir Reuters, Rabu (27/6/2018).

Hanya, Inggris dan Belgia bisa jadi akan tetap menurunkan line-up terbaik untuk menjaga gengsi dan nama baik masing-masing tim. Pertarungan di Kalingrad Stadium layaklnya “derby Liga Premier” karena dua tim ini dipenuhi beberapa pemain yang membela klub-klub kasta teratas di Inggris.

“Saya pikir ini akan menjadi laga menghibur, 50-50, dan dua tim sudah pasti lolos, ini akan jadi laga yang aneh,” jelas gelandang Belgia dan Manchester United, Marouane Fellaini.

Inggris dan Belgia juga harus berkaca pada sejarah Piala Dunia. Fakta menunjukkan tim yang berhasil menjuarai Piala Dunia sejak 1986 merupakan tim yang finis teratas di fase grup masing-masing. Yakni Argentina (1986, juara Grup A), Brasil (1994, juara Grup B), Prancis (1998, juara Grup C), Brasil (2002, juara Grup C), Italia (2006, juara Grup E), Spanyol (2010, juara Grup E), dan Jerman (2014, juara Grup G).