Piala Dunia 2018: Jerman Tersingkir, Siapa Favorit Juara?

Timnas Jerman (Reuters/Michael Dalder)
29 Juni 2018 14:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, SOLO – Tidak ada negara yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil berhasil menjadi juara pada 1958 dan 1962. Fakta sejarah itu sepertinya berubah sebagai mantra ampuh untuk menggagalkan para petahana mempertahankan trofinya. Jerman menjadi korban kesekian keganasan Piala Dunia setelah tersingkir dari fase grup tahun ini.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, memang hanya ada dua negara yang mampu menjadi kampiun dua kali beruntun. Italia mengawalinya pada 1934 dan 1938 sebelum diikuti Tim Samba dua dekade berselang. Jika membicarakan era sepak bola modern, maka belum pernah ada satu negara pun yang mampu mempertahankan gelar di ajang empat tahunan itu.

Namun justru inilah menariknya Piala Dunia. Terlepas dari kutukan juara bertahan yang tak bakal mampu lolos dari fase grup sejak 2002 (pengecualian Brasil pada 2006), tak ada garansi bagi tim raksasa dengan mudah melenggang ke babak selanjutnya. Tersingkirnya raksasa sekaligus juara bertahan Jerman tentu perlu menjadi peringatan bagi tim lain untuk mawas diri di babak 16 besar.

“Itu [terdepaknya Jerman] menegaskan bahwa tim manapun bisa rentan,” ujar Pelatih Inggris, Gareth Southgate, seperti dilansir The Guardian, Kamis (28/6/2018).

Peta persaingan pun sedikit bergeser dengan pulangnya Die Nationalmannschaft. Brasil setidaknya menambah peluang mereka menjuarai Piala Dunia lantaran tak bertemu Jerman di babak 16 besar. Pelatih Brasil, Tite, membantah seluruh anggapan yang menilai timnya sebagai favorit juara di Rusia. Menurut pelatih bernama lengkap Adenor Leonardo Bacchi itu, status unggulan tak akan banyak berperan karena setiap tim punya kekuatan masing-masing.

Brasil sendiri lolos sebagai juara Grup E setelah menggasak Serbia dengan skor 2-0. “Kami tidak hidup dalam ekspektasi, kami hidup dalam realita,” ujar Tite seperti dilansir ESPN.

Selain Brasil, tim seperti Prancis, Argentina, Spanyol dan Inggris jelas diuntungkan dengan tersingkirnya Jerman di 16 besar. Jangan lupakan pula tim kuda hitam seperti Belgia, Kroasia dan Portugal yang bisa sewaktu-waktu menerkam. Portugal mendapat ujian berat karena harus menghadapi Uruguay di babak 16 besar sedangkan Kroasia harus meladeni potensi ledak Denmark.

Argentina yang tertatih-tatih di fase grup diprediksi akan menemukan momentum jika mampu menundukkan Prancis di fase knockout. Lebih jauh, tim yang tak terlalu diperhitungkan seperti Swedia dan Meksiko tentu enggan hanya menjadi bulan-bulanan di babak 16 besar.