Jadi Runner Up Grup G, Inggris Malah Untung

Timnas Inggris (Reuters/Toru Hanai)
30 Juni 2018 13:15 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, KALININGRAD — Mengalah untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Strategi itu agaknya tercium saat Inggris ditaklukkan Belgia lewat gol tunggal Adnan Januzaj dalam laga pamungkas Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion Kaliningrad, Jumat (29/6/2018) dini hari WIB. Lolos sebagai runner up grup sekilas bukanlah keuntungan bagi Inggris.

The Three Lions akan berhadapan dengan tim sekelas Kolombia di babak 16 besar, sedangkan Belgia yang menjadi juara grup “hanya” bertemu Jepang. Faktanya jika Inggris berhasil melewati Kolombia, perjuangan mereka untuk menuju final bakal relatif lebih mudah.

Inggris akan berjumpa pemenang antara dua tim “tanggung”, Swiss atau Swedia di perempatfinal. Jika hadangan itu kembali bisa dilewati, Jamie Vardy dkk. akan berjumpa dengan salah satu di antara Spanyol, Rusia, Kroasia dan Denmark di semifinal. Dari daftar itu, hanya Spanyol yang berpredikat tim raksasa.

Sebaliknya, Belgia berpotensi bertemu Brasil di perempatfinal jika sukses menaklukkan Jepang. Kalaupun bisa melewati fase itu, Eden Hazard dkk. sudah ditunggu tim macam Uruguay, Portugal, Prancis atau Argentina di semifinal.

Dilansir ESPN, Jumat, Southgate menampik sengaja enggan meraih kemenangan dengan merotasi besar-besaran pemain di laga melawan Belgia. Di laga itu, sejumlah pilar seperti Harry Kane, Dele Alli, Jesse Lingard, hingga Kyle Walker tak dimainkan. Southgate berdalih keputusannya menyimpan pemain bintang agar mereka fit saat melawan Kolombia.

“Kami tidak suka kalah dan tidak mau kalah, tapi kami meraih target utama malam ini. Jika kami memasukkan Harry selama 10 menit dan seseorang menerjang pergelangan kakinya, itu akan konyol,” tukas Southgate.

Namun beberapa pernyataan Southgate dalam jumpa pers seperti menguatkan bahwa timnya sengaja tak bermain total agar tetap berada di posisi runner up. “Saya sepenuhnya nyaman dengan keputusan ini. Kadang kala Anda harus membuat keputusan untuk perspektif yang lebih besar.” Inggris memang telah mengidam-idamkan trofi Piala Dunia  sejak kali terakhir memboyongnya pada 1966.

Belgia sendiri enggan menanggapi peluang mereka bersua Brasil di babak perempatfinal. “Fokus kami adalah pertandingan melawan Jepang,” tegas Pelatih Belgia, Roberto Martinez. 

Tokopedia