Preview Prancis Vs Argentina: Saatnya Redam Cibiran!

Prancis (Reuters/John Sibley)
30 Juni 2018 18:15 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, KAZAN – Cibiran dan cemoohan sempat mewarnai penampilan Prancis dan Argentina pada fase grup Piala Dunia 2018. Namun, dua tim juara dunia ini berjanji melakukan penebusan ketika dipertemuan pada babak 16 besar.

Wajar apabila publik menaruh ekspektasi besar kepada penampila Prancis dan Argentina. Dua tim ini pernah sama-sama menjuarai Piala Dunia. Selain itu, Prancis dan Argentina mengusung nama-nama besar dalam daftar skuat mereka.

Tapi yang terjadi, penampilan Prancis dan Argentina di Rusia masih jauh dari harapan. Tidak sedikit pendukung mereka yang kecewa ketika Prancis ditahan Denmark tanpa gol pada laga penutup Grup C. Begitu juga dengan Argentina yang sempat ditahan Islandia 1-1 dan dipermalukan Kroasia 0-3 hingga terpaksa memastikan lolos ke babak 16 besar pada laga terakhir Grup D dengan menaklukkan Nigeria 2-1.

Produktivitas gol dua tim yang dipenuhi bomber-bomber kelas dunia ini bahkan sangat memprihatinkan. Masing-masing baru mencetak tiga gol dalam tiga laga. Prancis lebih ironis karena satu dari tiga gol berasal dari penalti.

Namun bukan kali ini saja Prancis dan Argentina telat panas dalam mengawali turnamen sebesar Piala Dunia. Les Bleus, julukan Prancis, misalnya hanya memperoleh sekali kemenangan dan dua kali imbang, plus cuma mencetak tiga gol pada fase grup Piala Dunia 2006. Namun, tim yang juga beralias Ayam Jantan itu akhirnya "berkokok" dengan menyingkirkan Spanyol, Brasil dan Portugal di fase knock-out, sebelum mereka takluk adu penalti dari Italia di babak final.

Setali tiga uang, Argentina pernah diragukan ketika kalah 0-1 dari Italia pada putaran pertama Piala Dunia 1978. Tapi tim berjuluk La Albiceleste tersebut akhirnya menuntaskan turnamen dengan meraih gelar juara!

Mengutip kata-kata bijak tokoh politik Prancis, Napoleon Bonaparte, bahwa selalu ada kesempatan untuk membuat sebuah awal baru. Prancis dan Argentina akan berusaha memperbaiki kesalahan masing-masing di fase grup untuk tampil all-out di babak 16 besar di Kazan Arena, Kazan, Sabtu (30/6/2018) pukul 21.00 WIB.

Bintang Prancis, Antoine Griezmann, yang baru mencetak sebiji gol dalam tiga laga di fase grup berambisi untuk moncer. "Di Euro 2016, saya kesulitan selama fase grup dan saya bisa bicara banyak di fase knock-out," koar penyerang Atletico Madrid tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (29/6/2018).

Di kubu Argentina, ada Lionel Messi. Sayang, Messi memiliki track record yang buruk di fase knock-out Piala Dunia. Penyerang berjuluk La Pulga tersebut mandul gol selama 666 menit dalam fase gugur di turnamen paling akbar di dunia ini.

Tapi Messi seolah mendapat momentum karena dia menjadi pemain Argentina terbaru yang berhasil menjebol gawang Prancis, yakni saat laga persahabatan Februari 2009. Prancis sendiri tidak pernah mampu mengalahkan Argentina dalam pertemuann mereka di laga kompetitif. Termasuk kekalahan mereka dari tim asal Amerika Latin itu pada Piala Dunia 1930 dan Piala Dunia 1978.