Ternyata! Jepang Punya Sejarah Manis Lawan Belgia

Timnas Jepang (Reuters/Toru Hanai)
02 Juli 2018 16:00 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, ROSTOV — Timnas Jepang pernah amat perkasa atas Belgia. Saat masih dipimpin Takeshi Okada medio tahun 2009, Samurai Biru sukses meremukkan Belgia dengan skor 4-0 di ajang Piala Kirin di Tokyo. Yuto Nagatomo, Kengo Nakamura, Shinji Okazaki dan Kisho Yano masing-masing menyumbang satu gol dalam kemenangan mengesankan tersebut.

Kala itu Belgia memang belum mengalami masa-masa emas seperti saat ini. Skuat Rode Duivels, julukan Belgia, masih diisi pemain medioker macam Sebastian Pocognoli, Ritchie De Laet dan Timmy Simons meski pemain seperti Thomas Vermaelen dan Toby Alderweireld sudah bergabung.

Namun kondisi ini bakal berubah 180% saat Jepang dan Belgia kembali bersua, kali ini di babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rostov Arena, Selasa (3/7/2018) dini hari WIB. Bersama generasi emasnya seperti Kevin De Bruyne, Jan Vertonghen dan Eden Hazard, Rode Duivels tak terkalahkan di 22 pertandingan terakhir mereka. Itu termasuk menyapu bersih fase grup kemarin dengan kemenangan. Produktivitas gol Belgia pun mengerikan yakni mencetak sembilan gol dari tiga pertandingan.

Sebaliknya, Jepang tertatih-tatih untuk lolos ke 16 besar setelah dihajar tim juru kunci Polandia 0-1 di laga terakhir fase grup. Beruntung mereka masih bisa melaju karena keunggulan poin fair play atas Senegal. Bek Jepang, Maya Yoshida, mengakui para pemain Belgia saat ini lebih hebat dibanding timnya. “Secara individual, mereka jauh lebih baik, itu 100% pasti,” ujar Yoshida seperti dilansir Japan Times, Minggu (1/7/2018).

Selain punya skill lebih unggul, fisik pemain Belgia bisa dibilang lebih siap untuk laga ini. Pemain kunci yang disimpan saat laga melawan Inggris seperti Hazard, Romelu Lukaku dan De Bruyne diharapkan dalam kondisi prima untuk “menggila”. Lukaku sendiri dipastikan telah fit setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan Tunisia. Kehadiran Lukaku yang sudah mencetak empat gol sejauh ini jelas menjadi horor tersendiri bagi lini pertahanan Jepang.

Lini belakang Samurai Biru yang dikomando Yoshida sejauh ini menjadi sorotan karena selalu kebobolan dalam tiga laga di fase grup. Total Eiji Kawashima harus empat kali memungut bola di gawangnya. Mereka bisa kembali menjadi pesakitan apabila tidak mengantisipasi bola-bola atas yang bisa dengan mudah dimenangi pemain berpostur besar seperti Lukaku.

Jepang benar-benar membutuhkan keajaiban karena adanya jurang fisik dan kualitas antara kedua belah pihak. Apalagi mereka gagal mencetak gol dalam lima dari enam pertandingan terakhir Piala Dunia melawan negara Eropa.

Namun ambisi untuk kali pertama lolos ke perempatfinal Piala Dunia dalam sejarah bisa menambah semangat Shinji Kagawa dkk. untuk menandingi Belgia. “Terkadang, persatuan bisa mengalahkan individu. Saya harap kita bisa berorganisasi dengan sangat baik sebagai tim,” sambung Yoshida. 

Tokopedia