Setelah 48 Tahun, Rusia Lolos ke Perempatfinal

Rusia (Reuters/Carl Recine)
03 Juli 2018 09:00 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW - Stanislav Cherchesov menghela napas sejenak sebelum menjawab pertanyaan jurnalis beberapa saat setelah Rusia memastikan diri lolos ke babak perempatfinal Piala Dunia 2018. Wajah pelatih 54 tahun itu tampak lempang meski baru saja menyingkirkan raksasa Spanyol dalam adu penalti di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (1/7/2018) malam WIB.

“Apa yang Anda rasakan?,” tanya sejumlah jurnalis dalam sesi jumpa pers. “Perasaan saya sederhana,” ujar Cherchesov. “Laga sudah berakhir dan saya sudah berpikir untuk pertandingan selanjutnya,” ucap mantan kiper Rusia medio 1990-an itu. Dari orang-orang di tim Sbornaya, julukan Rusia, mungkin hanya Cherchesov yang bisa tetap kalem menyambut kemenangan bersejarah tersebut.

Kiper Rusia, Igor Akinfeev, yang biasanya berwajah dingin tak henti bertepuk tangan di lapangan sambil bernyanyi. Di ruang ganti, Fedor Smolov menari di atas meja diiringi rekan-rekannya yang bernyanyi dengan keras. Situasi tak kalah semarak muncul di jalanan Kota Moskow serta Red Square. Para fans Sbornaya berteriak bahagia seolah timnya sudah mengangkat trofi juara.

Antusiasme publik Rusia dalam merayakan kemenangan atas La Furia Roja wajar adanya. Ini kali pertama Rusia mampu lolos ke perempat final Piala Dunia sejak hampir setengah abad lalu. Mereka terakhir kali menembus babak itu pada Piala Dunia 1970 saat masih di bawah panji Uni Soviet. Kepiawaian Akinfeev yang mengagalkan eksekusi penalti dua pemain Spanyol membawa Rusia unggul 4-3 dalam babak tos-tosan setelah bermain 1-1 selama 120 menit.

Beberapa saat setelah laga selesai, Presiden Rusia, Vladimir Putin, langsung menelepon Cherchesov untuk mengucapkan selamat. Putin saat itu memang berhalangan hadir di stadion. Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, mewakilinya untuk menonton laga bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino dan Raja Spanyol Felipe VI. “Putin menonton pertandingan dari awal sampai akhir dan sangat bergembira untuk tim. Para pemain mampu menuntuskan misi yang tak mungkin,” ujar Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dilansir ESPN, Senin (2/7).

Sebelum pertandingan, orang nomor satu di Rusia itu ternyata juga menelepon langsung Cherchesov. Dia ingin memastikan semua pemain dalam kondisi maksimal. Perhatian sang presiden boleh jadi turut membuat semangat Aleksandr Golovin dkk. kian membara. Mereka mampu menahan gempuran Spanyol yang menguasai bola hingga 78,97%. Isco dkk. melakukan 1.114 operan yang akurasinya mencapai 90,31%, tertinggi dalam sebuah laga Piala Dunia setidaknya 50 tahun terakhir.

Namun dominasi ala tiki-taka itu tak mampu membongkar permainan disiplin dan tak kenal lelah yang diperagakan Sbornaya. Untuk meredam serangan Spanyol, Rusia tampil bertahan dengan cara ekstrim yakni memasang lima bek sekaligus.