Pemain Bintang Piala Dunia 2018: Luka Modric, Teladan Bagi Skuat Kroasia

Luka Modric (Reuters/Carlos Barria)
03 Juli 2018 11:30 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, SOLOTimnas Kroasia tak salah memercayakan ban kapten kepada Luka Modric seusai pensiunnya Darijo Srna setelah gelaran Euro 2016. Pembawaannya yang kalem membuat gelandang Real Madrid ini banyak disegani pemain Kroasia lain. Saat rekannya bersikap meledak-ledak karena dirugikan wasit, Modric seringkali menjadi “pil penenang” yang mujarab.

Jiwa kepemimpinan Modric terasah sejak tampil di belantara Liga Premier bersama Tottenham Hotspur pada 2008. Kedewasaan Modric di lapangan hijau semakin berkembang saat dipercaya menjadi metronom tim sebesar Real Madrid sejak 2012. Gelimang trofi pun dinikmati pemain 32 tahun ini bersama Los Merengues.

Kini gelandang yang sempat mendapat julukan Johan Cruyff van (dari) Kroasia itu mengemban tugas berat sebagai kapten timnas di Piala Dunia 2018. Memori kesuksesan Kroasia saat sukses menembus semifinal di Piala Dunia 1998 seperti terus membayangi generasi skuat Vatreni hingga saat ini. Sejak era Davor Suker dan Zvonimir Boban, Kroasia memang belum menorehkan hasil menawan.

Namun Modric perlahan memotori Vatreni, julukan Kroasia, sebagai tim yang diperhitungkan di kancah dunia. Kelolosan ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 sebagai juara grup, mengungguli Argentina, menjadi bukti awal keperkasaan Kroasia. Di fase knockout melawan Denmark di Stadion Nizhny Novgorod, Senin (2/7/2018), Modric kembali menunjukkan kapasitasnya untuk membawa tim lolos ke perempat final dengan kemenangan adu penalti 3-2 (1-1).

Sekilas, kebintangan Modric di laga itu tertutup performa Danijel Subasic yang mampu menggagalkan eksekusi penalti tiga pemain Denmark. Apalagi Modric sempat gagal menuntaskan hadiah penalti setelah Ante Rebic dijatuhkan Mathias Jorgensen di menit ke-116. Tembakannya ke sisi kiri gawang Denmark mampu dibaca dengan jeli Kasper Schmeichel.

Padahal dia sudah berlatih sejak pagi sebelum laga untuk menghadapi situasi tendangan penalti. “Saya sudah berusaha keras bagaimana bisa menjebol gawang Schmeichel,” ujar Modric dilansir ESPN.

Namun di sinilah mental sang kapten diuji. Alih-alih tertekan setelah gagal penalti, dia justru meminta ditunjuk lagi saat laga memasuki babak tos-tosan. Modric pun sukses menunaikan tugas sebagai penendang ketiga yang membawa Kroasia menyamakan kedudukan 2-2. Kali ini, tembakannya meluncur ke tengah gawang dan mengecoh Schmeichel yang telanjur bergerak ke sisi kiri. Gol itu pun menjadi titik balik hingga Ivan Rakitic memastikan keunggulan Vatreni menjadi 3-2.

“Saya kagum dengan tekadnya untuk mengeksekusi setelah gagal di perpanjangan waktu. Dia mengambil tanggung jawab sebagai kapten sejati, itu menjelaskan bagaimana Modric,” kata pelatih Kroasia, Zlatko Dalic.

Tokopedia