Piala Dunia 2018: Jauhi Adu Penalti, Inggris!

Timnas Inggris (Reuters/David Klein)
03 Juli 2018 13:00 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW – Spanyol dan Denmark menjadi korban kekejaman adu penalti di Piala Dunia 2018. Tidak peduli betapa dominannya Spanyol melawan Rusia dan heroiknya kiper Denmark, Kasper Schemichel, melawan Kroasia dalam waktu normal serta dua kali babak perpanjangan waktu. Dua tim itu akhirnya sama-sama harus angkat koper dari Rusia karena kalah adu tos-tosan dari lawan masing-masing di babak 16 besar.

Jika bisa memilih, Inggris pun jauh lebih suka menjauhi skenario adu penalti ketika bertemu Kolombia pada babak 16 besar di Otkrytiye Arena, Moskow, Rabu (4/7/2018) pukul 01.00 WIB. Sudah menjadi rahasia umum tim berjuluk Saint George's Cross tersebut memiliki catatan kelam dalam urusan adu tos-tosan.

Tidak ada negara yang lebih sial dari Inggris dalam dua penalti di turnamen besar. Mereka tiga kali teriliminasi dari Piala Dunia karena tersungkur dalam adu penalti masing-masing dari Jerman Barat (1990), Argentina (1998), dan Portugal (2006). Bukan hanya itu, negeri yang dipimpin Ratu Elizabeth II tersebut juga tiga kali tersingkir dari perhelatan Euro karena kalah adu tos-tosan masing-masing dari Jerman (1996), Portugal (2004), dan Italia (2012).

Penderitaan Inggris dalam adu penalti melawan Jerman pada Euro 1996 itu pun masih sangat membekas di benak Pelatih Saint George’s Cross, Gareth Southgate. Sebab, Southgate merupakan bagian dari skuat Inggris besutan Terry Venables. Saat itu, semua dari enam algojo penalti Jerman berhasil menunaikan tugas dengan baik.

Begitu juga dengan lima penendang penalti pertama Inggris. Souhtgate sebagai penendang keenam Inggris maju sebagai penentu. Tapi tendangan kaki kanan Southgate dari titik putih berhasil ditepis kedua tangan kiper Jerman, Andreas Kopke.

Southgate mengaku telah belajar banyak dengan pengalaman buruknya itu. Dia lantas berjanji untuk membawa The Three Lions, julukan lain Inggris, tampil lebih baik jika terpaksa menemui adu tos-tosan.

“Jelas, tidak perlu ditanyakan lagi. Saya telah memikirkan itu selama dua dekade lebih. Jelas, itu bukan tentang keberuntungan. Itu bukan soal peluang. Itu tentang performa skill di bawah tekanan. Ada hal-hal di mana Anda bisa mengatasinya. Kami sudah mempelajari itu,” jelas Southgate, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Senin (2/7/2018).

Harry Kane dkk. berlatih adu penalti untuk berjaga-jaga jika hal itu terjadi saat melawan Kolombia. Kiper Inggris, Jordan Pickford, memiliki rekam jejak buruk dalam menghadapi penalti.
Sesuai data Transfermarkt, penjaga gawang Everton tersebut hanya lima kali berhasil menepis penalti dan 25 kali gagal membendung sepakan 12 pas lawannya. Meski demikian, rekor kiper Kolombia, David Ospina, dalam membendung penalti tak kalah buruk, yakni tiga kali sukses dan 35 gagal.

Tokopedia