Piala Dunia 2018: Lini Belakang Swedia Tangguh, Swiss Bisa Bobol?

Swiss (Reuters/Murad Sezer)
03 Juli 2018 14:00 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, ST. PETERSBURG — Kapten Swedia, Andreas Granqvist, mendapat kabar baik jelang laga krusial melawan Swiss dalam babak 16 besar Piala Dunia 2018. Sang istri, Sophie Granqvist, dijadwalkan melahirkan anak kedua pasangan itu pada Selasa (3/7/2018) atau beberapa jam sebelum laga hidup mati kedua negara di Stadion St. Petersburg, Selasa malam WIB.

Bagi Granqvist, kelahiran anak kedua tentu merupakan berkah dan patut disyukuri. Namun bek 33 tahun ini menghadapi dilema karena terancam tak bisa mendampingi persalinan istrinya di Helsingborg, Swedia. Ya, Granqvist dan rekan-rekannya jelas harus berkonsentrasi penuh di kamp latihan untuk menaklukkan Swiss di St. Petersburg.

“Sulit untuk pulang ke rumah ketika Anda punya pertandingan 16 besar untuk dimainkan. Beruntung istri saya sangat kuat, dia memiliki banyak orang tersayang di sekelilingnya,” ujar pemain IF Helsingborg ini seperti dilansir Channel News Asia, Minggu (2/7/2018).

Alih-alih hilang konsentrasi, kabar kelahiran putra keduanya mestinya menjadi lecutan bagi Granqvist yang sejauh ini menjadi pilar kunci permainan Blagult, julukan Swedia. Ketangguhannya di lini belakang membuat Swedia hanya kebobolan dua gol, paling sedikit di Grup F Piala Dunia 2018. Produktivitas Blagult juga menjadi yang tertinggi di fase grup yakni lima gol, dua di antaranya disumbangkan Granqvist dari titik putih.

Statistik ini membuktikan Swedia memiliki keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Hal ini wajib diwaspadai Swiss yang akan bermain tanpa Stephan Lichtsteiner dan Fabian Schar karena akumulasi. Absennya dua bek ini tentu mengkhawatirkan lantaran Swiss sangat bergantung pada dua pemain tersebut di lini belakang.

La Nati, julukan Swiss, kini tinggal menyisakan Johan Djorou sebagai bek tengah murni untuk dipasangkan dengan Manuel Akanji. Adapun posisi Lichtsteiner di bek kanan bakal digantikan Michael Lang. “Saya tidak berada di starting line up selama beberapa pekan. Saya benar-benar menantikan pertandingan ini,” ujar Lang dilansir FIFA.

Sayang, Swiss memiliki catatan buruk setiap tampil di babak 16 besar Piala Dunia. Setelah berhasil mencapai perempatfinal pada 1954, La Nati selalu tersingkir pada babak 16 besar tahun 1994, 2006 dan 2014.

Mereka bahkan tak mencetak satu gol pun di ketiga kesempatan itu. Namun Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, masih optimistis mampu lolos ke babak selanjutnya. “Saya tidak ragu sama sekali, kami bisa lebih baik melawan Swedia,” ujarnya.