Penuh Luka, Tim Jepang Bersihi Ruang Ganti Pemain Piala Dunia

Suporter Jepang membersihkan tribun penonton seusai laga lawan Belgia di 16 Besar Piala Dunia. (kyodonews.net)
03 Juli 2018 21:58 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW – Timnas Jepang memang dikalahkan oleh Belgia di babak 16 Besar Piala Dunia 2018. Namun, Timnas Jepang berhasil memenangkan hati netizen di media sosial. Jepang boleh saja tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Belgia di babak 16 besar, Selasa (3/7/2018) dini hari WIB.

Tapi tim berjuluk Samurai Biru ini sudah menunjukkan semangat pantang menyerah sejak menginjakkan kaki mereka di Rusia. Jepang nyaris saja melangkah ke perempat final karena sempat unggul 2-0, sebelum berbalik kalah 2-3 dari Belgia.

Padahal, hampir tidak ada yang menyangka Shinji Kagawa dkk. bisa merepotkan perlawanan Belgia. Namun, Jepang tidak hanya membuat bangga di lapangan. Tim besutan Akira Nishino itu juga mengundang decak kagum karena sikap mereka di kamar ganti.

Meski dalam kondisi patah hati gagal menang setelah unggul 2-0, skuat Jepang menyempatkan waktu membersihkan ruang ganti yang mereka tempati di Rostov Arena. Ruangan tersebut pun bersih seperti sebelum mereka pakai.

Samurai Biru lantas membubuhkan kata-kata berbahasa Rusia, Spasibo, yang berarti terima kasih. Bukan hanya tim Jepang, pendukung tim Negeri Sakura juga melakukan hal serupa di tribune penonton Rostov Arena.

Sejak fase grup, fans Samurai Biru telah menyedot perhatian karena dengan ikhlas memunguti sampah di tribune stadion seusai menyaksikan tim kesayangan. Aksi serupa dilakukan setelah Jepang tersingkir dari Piala Dunia karena takluk 2-3 dari Belgia. Dalam kondisi terluka, pendukung Samurai Biru memungut satu per satu sampah di sekitar tempat duduk mereka untuk dimasukkan dalam karung.

Tak sedikit yang masih berurai air mata ketika memungut sampah-sampah tersebut. "Ini fans Jepang yang hatinya remuk setelah kalah dari Belgia di Piala Dunia, tim membersihkan ruang ganti dan suporter membersihkan tempat duduk di tribune penonton. Kebudayaan tradisional yang bisa kita pelajari dan dipakai sebagai referensi," jelas Steven Nabil salah satu jurnalis yang meliput laga Jepang versus Belgia di Rostov Arena, seperti dikutip pedestriantv.com.

Jepang sebenarnya memiliki momentum untuk mengukir tinta emas lolos kali pertama ke perempat final Piala Dunia dalam sejarah mereka setelah unggul 2-0. Tapi, Belgia membalikkan keadaan dan bangkit tiga gol, termasuk gol penentu kemenangan yang dilesakkan Nacer Chadli pada menit ke-90+4.

"Inilah sepak bola. Kami menelan pil pahit, namun kami harus menerima hasilnya. Saya ingin mengukir lembaran baru dalam sepak bola Jepang. Kami sadar ada dinding besar yang harus diruntuhkan," sesal bintang Jepang, Shinji Kagawa, dikutip kyodonews.net.