Piala AFF U-19: Makin Tajam, Indonesia Cukur Singapura 4-0

Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19. (Twitter - @pssi)
03 Juli 2018 20:53 WIB Adib Muttaqin Asfar Indonesia Share :

Solopos.com, SIDOARJO -- Dua gol Rafly Nursalim, satu tendangan geledek Saddil Ramdani, dan tembakan Rivaldo Ferre membawa Indonesia U-19 meraih kemenangan kedua dalam babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2018. Rafly yang absen dalam pertandingan pertama melawan Laos itu berhasil membuka celah pertahanan Singapura yang sangat rapat.

Dalam laga di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (3/7/2018) malam, Indonesia langsung menggebrak pertahanan Singapura sejak menit-menit awal. Pelatih Indra Sjafri membuat beberapa perubahan di tengah dan depan, pola tiga penyerang masih dimainkan Indonesia.

Saddil Ramdani kembali mengisi posisi sayap kanan, sedangkan sisi kiri penyerang diisi Samuel. Rafli Mursalim dipilih sebagai ujung tombak menggantikan Hanis Saghara dan Aji Kusuma yang tampil saat melawan Laos.

Di barisan tengah, Witan Sulaiman mengisi sisi kiri, dan Resky berada di kanan. Syahrian Abimanyu absen di starting Xi, dan posisi pengatur serangan diisi Rafi Syaharil.

Skema itu masih membuat Indonesia sangat dominan dalam penguasaan bola. Di babak pertama, Indonesia mencatatkan penguasaan bola 72%, unggul jauh di atas Singapura yang hanya 28%. Total upaya tembakan mencapai 8 kali, dan 5 di antarnya on target. Sedangkan Singapura hanya 3 tembakan dan hanya 2 yang tepat sasaran.

Meski demikian, Indonesia hanya bisa mencetak 1 gol di babak pertama lewat sundulan Rafly pada menit 21. Tak puas, Indra Sjafri membuat sejumlah pergantian di babak kedua.

Indra Sjafri merombak lini tengah dengan memasukkan Rivaldo Merre dan playmaker muda Syahrian Abimanyu untuk menambah daya gedor di lini tengah. Hasilnya, serangan Indonesia yang semula mengandalkan kedua sayap menjadi jauh lebih tajam dari tengah ke depan.

Saddil Ramdani yang selalu naik turun di sayap kanan Indonesia akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti kali ini menembus gawang Singapura pada menit 71. Bahkan, gelandang serang asal Papua Todd Rivaldo Ferre juga mencetak gol lewat pergerakannya di kotak penalti pada menit 79.

Dengan demikian, Indonesia tetap memuncaki klasemen sementara Grup A. Selain itu, target Indonesia mencetak banyak gol demi mengamankan posisi di klasemen kali ini terwujud.

Babak I

Menit 4, permainan satu-dua barisan gelandang Indonesia diakhiri dengan tusukan Saddil Ramdani di sisi kiri gawang Singapura. Sayangnya, tendangan Witan Sulaeman menyambut umpan silang Saddil di tengah gagal mencapai target.

Tak lama kemudian, Saddil mengulangi aksinya melepaskan umpan. Namun, kiper Singapura masih mudah menangkap bola.

Menit 9, Saddil yang lepas dari kawalan bek lawan berupaya menjangkau umpan terobosan di dekat kotak penalti. Sayang, lagi-lagi tendangan Saddil diblok oleh kiper Singapura.

Semenit kemudian, Witan membuang peluang emas. Berawal dari tusukan Asnawi Mangkualam di sisi kanan, bola diberikan kepada Witan yang berdiri bebas di luar kotak penalti. Sayang tendangannya melambung tinggi jauh di atas mistar gawang.

Upaya Indonesia baru berhasil mencetak gol pada menit 21. Sebuah umpan jauh dari Asnawi di sisi kanan diteruskan oleh Rafli Mursalim dengan tandukan yang tidak terlalu keras dan gol. Indonesia 1, Singapura 0.

Menit 26, Indonesia kembali membuat upaya tembakan ke gawang. Umpan dari Witan yang bergeser ke kanan disambut dengan tendangan keras Rafi Syaharil yang tepat ke arah sisi kanan gawang, namun masih bisa ditangkap kiper Singapura.

Singapura nyaris tak berhasil membahayakan gawang Indonesia yang kembali dijaga Riyandi. Singapura hanya mengandalkan bola-bola mati dari luar kotak penalti. Namun pada menit 41, Singapura benar-benar mengancam gawang Riyandi saat pergerakan Timothy yang membawa bola mampu melewati 3 bek Indonesia. Beruntung bagi Indonesia, tendangan Timothy hanya melenceng di sisi kanan gawang.

Babak II

Indra Sjafri memasukkan Rivaldo Ferre untuk menambah daya gedor di lini tengah. Hasilnya sudah terlihat pada menit 53 saat Rivaldo menusuk area penalti Singapura dari lapangan tengah yang diakhiri umpan matang ke mulut gawang. Sayang, bek Singapura masih mampu membuang bola.

Tak puas dengan itu, pada menit 59 Indra Sjafri memasukkan Syahrian Abimanyu sebagai pengatur serangan di tengah. Hal ini menandakan Indonesia kembali memperkuat upaya tusukan dari lapangan tengah.

Pergerakan Asnawi Mangkualam di sisi kanan bergantian dengan Saddil Ramdani terus mengancam pertahanan Singapura. Meski demikian, upaya itu belum menghasilkan peluang bersih karena Singapura menumpuk 4-5 pemain di kotak penalti.

Menit 61, pergerakan Rafly di kotak penalti membuka celah pertahanan Singapura. Bola lambung Saddil dari kanan-tengah lapangan diterima Rafly yang dengan mudah diceploskan ke gawang. Indonesia unggul 2-0.

Rafly kembali menebar ancaman di menit pada menit 67. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa diblok oleh kiper Singapura. Itu adalah upaya terakhirnya sebelum ditarik keluar dan digantikan Hanis Saghara pada menit 70.

Menit 71, Witan yang tinggal berhadapan dengan kiper Singapura justru kehilangan bola. Namun bola liar hasil blocking bek Singapura disambut Saddil dengan tendangan geledeknya yang menghunjam ke gawang Singapura. Indonesia unggul 3-0.

Menit 79, Rivaldo yang berlari menerobos kotak penalti Singapura melepaskan sontekan yang hanya melebar tipis di kanan luar gawang. Tak berselang lama, Hanis Saghara mendapat peluang yang masih belum mencetak gol.

Rivaldo akhirnya mampu menjebol gawang Singapura dengan cara luar biasa. Gelandang asal Papua itu melewati tiga pemain belakang Singapura sebelum menaklukkan kiper Singapura dengan tendangan keras. Skor 4-0 dan bertahan hingga akhir pertandingan.