Persis Solo Belajar dari Kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018

Pelatih Persis Solo Jafri Sastra (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
04 Juli 2018 10:15 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Jam tidur pemain Persis Solo sedikit terganggu beberapa waktu terakhir. Jika biasanya mereka sudah beristirahat di kamar mes masing-masing pukul 21.00-22.00 WIB, kini Tri Handoko dkk. memilih duduk manis di layar televisi. Ya, nonton bareng (nobar) laga Piala Dunia 2018 menjadi “menu” tambahan pemain Persis saat rehat di mes yang berada di bilangan Karangasem, Laweyan.

Seluruh pemain dan ofisial Persis, tak terkecuali Pelatih Jafri Sastra, larut dalam persaingan Piala Dunia 2018 yang kini telah masuk babak 16 besar. Bagi penggawa Persis, menonton ajang Piala Dunia tak hanya sekadar hiburan semata. Banyak strategi tim kelas dunia yang diserap untuk pengayaan taktik Laskar Sambernyawa. Itulah sebabnya Jafri yang terkenal amat disiplin tak melarang pemain untuk menonton ajang bola empat tahunan ini.

“Jam pertandingan di Rusia itu cukup ideal untuk atlet di sini. Asal tidak menonton yang terlalu larut malam saja,” ujar Jafri saat ditemui wartawan di Stadion Manahan, Selasa (3/7/2018).

Pembicaraan tentang Piala Dunia 2018 biasanya berlanjut saat Persis menggelar latihan keesokan harinya. Jafri yang merupakan fans Brasil tak segan berdiskusi dengan anak asuhnya ihwal jalannya pertandingan di Piala Dunia 2018. Kekalahan Spanyol, tersingkirnya Argentina, hingga kemenangan heroik Korea Selatan atas Jerman sempat menjadi bahasan seru di tim Laskar Sambernyawa.

Jafri berujar kekalahan tim-tim besar seperti Spanyol dan Jerman bisa menjadi pelajaran bagi Persis agar tak jemawa. Apalagi, pada Rabu (4/7/2018) ini mereka bakal menghadapi Cilegon United, tim yang berada enam peringkat di bawah mereka. “Kisah-kisah di Piala Dunia bisa menjadi ilmu dan pelajaran bagi mereka. Tidak ada jaminan bagi tim unggulan untuk menang meski sudah bermain sekuat tenaga,” tutur eks Pelatih Mitra Kukar itu.

Gelandang Persis, Eli Nasoka, mengaku tak bermasalah dengan pola tidur meski kini punya kebiasaan baru setiap malam. Rata-rata pemain menyiasatinya dengan tidak menonton partai di atas pukul 00.00 WIB. “Nontonnya bisa diatur agar bisa tetap bugar saat latihan pagi. Pelatih juga enggak masalah, Coach Jafri justru sering nobar bareng kami,” ucap eks pemain PSIS Semarang ini sambil tersenyum.