Bahaya! Suarez-Cavani Terancam Absen Lawan Prancis

Luis Suarez dan Edinson Cavani (Reuters/Sergio Perez)
06 Juli 2018 09:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, NIZHNY NOVGOROD — Kabar tak sedap berembus dari ruang ganti Uruguay jelang laga perempatfinal Piala Dunia 2018 melawan Prancis, Jumat (6/7/2018) malam WIB. Setelah federasi sepak bola Uruguay, AUF, merilis Edinson Cavani belum sepenuhnya pulih dari cedera betis, Luis Suarez ikut-ikutan terkapar. Padahal, lima dari tujuh gol Uruguay di Rusia berasal dari duet berbahaya tersebut.

Suarez dikabarkan mendapat cedera ringan dalam sesi latihan di Nizhny Novgorod, Rabu (4/7/2018) waktu setempat. Dilansir Marca, striker Barcelona tersebut mengalami masalah di kaki kanannya dan harus menepi ke pinggir lapangan didampingi tim medis.

Suarez sempat kembali masuk ke lapangan untuk menjalani latihan ringan. Situasi itu kontan membuat Pelatih Oscar Tabarez pusing tujuh keliling jika Suarez ikut-ikutan tak fit untuk laga hidup mati melawan Les Bleus, julukan Prancis. Tak hanya menjadi sumber gol utama La Celeste, julukan Uruguay, duet Cavani-Suarez adalah benteng pertama pertahanan tim.

Agresivitas mereka kerap kali menekan bek tengah lawan yang mencoba menginisiasi serangan. Suarez dan Cavani juga amat rajin bergerak ke sisi lapangan untuk menutup jalur serangan dari bek sayap musuh. Itu menjadi salah satu formula yang membuat Uruguay baru kebobolan satu gol sejauh ini.

Jika melihat pentingnya laga nanti, bisa jadi Tabarez akan memaksakan Suarez bermain melawan Prancis. Dia akan menjadi striker tunggal yang disokong Rodrigo Bentancur dalam formasi 3-4-2-1. Satu lagi striker bayangan akan diperebutkan dua pemain muda yang punya agresivitas tinggi, Arrascaeta dan Maxi Gomez.

Musim lalu Arrascaeta tampil gemilang bersama Cruzeiro dengan torehan sembilan gol dan sembilan assist. Maxi juga tak kalah dahsyat dengan menyumbang 17 gol dari 36 laga di musim pertamanya bersama Celta Vigo.

Opsi 3-4-1-2 juga masih bisa dipertahankan dengan memasukkan Cristhian Stuani mendampingi Suarez. Selain kenyang pengalaman di La Celeste dengan 42 caps, musim lalu Stuani tampil on fire bersama Girona dengan catatan 21 gol dari 33 laga. Namun Stuani jauh lebih statis ketimbang Cavani. Dia tak punya pergerakan cukup baik untuk bermain melebar atau menekan bek lawan.

Bek Prancis, Adil Rami, menilai absennya Cavani sebagai sebuah keuntungan besar. “Ketidakberuntungan satu orang menjadi keuntungan buat yang lain. Kita membicarakan soal Cavani, salah satu penyerang terbaik dunia dan tengah dalam performa bagus,” ujarnya dilansir Four Four Two, Kamis (5/7/2018). 

Tokopedia