Piala Dunia 2018: Bisa Hentikan Trauma Perempatfinal, Belgia?

Timnas Belgia (Reuters/Eric Vidal)
06 Juli 2018 17:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, KAZAN — Roberto Martinez sadar betul siapa lawan yang akan dihadapi di babak delapan besar Piala Dunia 2018. Pelatih Belgia  ini memilih merendah meski Belgia telah menampilkan performa cukup memukau dalam kampanyenya di Rusia.

“Brasil lebih favorit,” ujar Martinez jelang perempatfinal melawan Brasil di Kazan Arena, Sabtu (7/7/2018) dini hari WIB, seperti dilansir Reuters, Kamis (5/7/2018).

Martinez tentu tak sedang bercanda. Di pentas Piala Dunia, Brasil langganan juara. Sudah lima kali mereka memenangkannya, terbanyak dari negara manapun (1958, 1962, 1970, 1994, 2002). Belgia sendiri, sejak keikutsertaan mereka dari 1930, belum pernah sekalipun mengangkat trofi. Prestasi terbaik cuma tahun 1986, peringkat keempat.

Ya, Belgia sepertinya akan segera menelan pil pahit karena menjuarai Grup G Piala Dunia. Kemenangan 1-0 atas Inggris di laga terakhir fase grup seperti buah simalakama ketika mereka akhirnya harus bertemu Brasil di perempat final. Selecao, julukan Brasil, jelas bukan lawan yang ideal bagi Kevin De Bruyne dkk. untuk memupus kutukan perempat final.

Tim berjuluk Rode Duivels (Setan Merah) itu memang selalu tersingkir di babak itu dalam dua ajang besar terakhir. Di Piala Dunia 2014, mereka disingkirkan Argentina dengan skor 0-1, sedangkan di Euro 2016 Belgia didepak Wales 1-3. Padahal saat itu mereka digadang-gadang sebagai calon kuat juara menyusul skuat mewahnya.

Namun Belgia bukannya tanpa bekal sama sekali untuk menghentikan trauma perempat final. Selain memiliki skuat “generasi emas”, anak asuh Martinez sedang dalam moral tinggi seusai membekuk Jepang dengan skor 3-2 setelah tertinggal 0-2 lebih dulu di 16 besar. Belgia menjadi tim pertama sejak 1970 yang mampu membalikkan ketinggalan dua gol menjadi kemenangan di fase gugur Piala Dunia.

“Ketika kami tertinggal 0-2, ada rasa baik-baik saja dan nothing to lose yang justru mampu mengangkat kami. Hal itu mungkin terjadi lagi saat melawan Brasil, kecuali jika kami mampu tampil baik sejak detik pertama,” ujar Martinez.

Tite sendiri sudah menyiapkan ramuan khusus untuk memberi kekalahan pertama bagi Belgia yang selalu menang di 23 laga terakhir. Neymar dan Gabriel Jesus tetap akan menjadi andalan di lini depan, adapun Casemiro yang absen karena akumulasi kartu akan digantikan Fernandinho. Bek Brasil, Thiago Silva, mewanti-wanti rekannya tidak lengah karena Belgia juga memiliki skuat bertabur bintang.

Apalagi Piala Dunia 2018 acapkali melahirkan drama yang membuat tim-tim unggulan terjerembab. Brasil sendiri selalu tersingkir oleh tim Eropa dalam tiga turnamen terakhir yakni melawan Prancis pada 2006, Belanda pada 2010 dan Jerman pada 2014. “Kami memang difavoritkan, namun kami harus tetap kerja ekstra keras," kata Silva dilansir Sportskeeda.

Tokopedia