Prediksi Swedia Vs Inggris: Ujian Kesabaran Tiga Singa

Inggris (Reuters/Maxim Shemetov)
07 Juli 2018 13:15 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, SAMARA — Inggris merupakan salah satu tim garang di Piala Dunia 2018. Harry Kane dkk. mengemas sembilan gol sejak fase grup, paling banyak kedua setelah Belgia di antara tim-tim perempat finalis lainnya.

Tapi keganasan tim berjuluk The Three Lions (Tiga Singa) bakal diuji ketika bertemu Swedia pada perempatfinal di Samara Arena, Samara, Sabtu (7/7/2018) pukul 21.00 WIB. Inggris bisa saja dibuat frustrasi oleh Swedia yang doyan beroperasi di wilayah sendiri.

Dalam catatan Whoscored, 33 persen permainan Blagult, julukan Swedia, 33 berada di sepertiga akhir lapangan alias wilayah sendiri. Itulah mengapa striker Swedia kehilangan ketajaman di Rusia kali ini. Duet penyerang Blagult, Marcus Berg dan Ola Toivonen, miskin gol di Piala Dunia 2018. Toivonen mengemas satu gol, sedangkan Berg lebih parah karena belum pernah mencatatkan namanya di papan skor.

Meski demikian, jangan pikir kedua striker itu makan gaji buta di Rusia. Berg dan Toivonen boleh saja minim menyokong gol bagi Swedia. Tapi, mereka mendapat tugas besar untuk ikut membantu tim asal Skandinavia tersebut dalam bertahan. Dalam ulasan Telegraph, striker-striker Swedia menjadi benteng pertahanan pertama mereka.

Peran gelandang sayap Swedia juga penting untuk mengemblok operan lawan. Jadi tak mengherankan gawang Blagult baru kebobolan dua gol. Mereka menjadi tim perempatfinalis yang paling jarang kebobolan gol, setelah Uruguay dan Brasil yang masing-masing kemasukan satu gol sejak fase grup hingga babak 16 besar.

Selain itu, Swedia memiliki kiper yang sulit ditembus, Robin Olsen. Penjaga gawang Kopenhagen tersebut telah membukukan 11 kali penyelamatan. Catatan itu hampir separuh dari penyelamatan yang diukir kiper Inggris, Jordan Pickford, yang mencetak tujuh save.

“Ketika Anda bermain dengan skena 4-4-2 seperti formasi yang dimainkan Swedia, para striker menjadi salah satu yang paling menderita ketika menyerang [karena mereka harus berlari dari pertahanan ke depan]. Mereka sangat kompak, kerja keras memproteksi pos gelandang, ketika Anda bekerja keras seperti yang dilakukan Toivonen dan Berg, Anda kehilangan energi ketika mendapatkan peluang,” jelas seorang pundit asal Swedia, Bojan Djordjic, seperti dilansir Reuters, Jumat (6/7/2018).

Sebaliknya, Inggris yang diperkuat pemain-pemain muda lebih suka keluar dari sarang mereka. Terbukti, operasi permainan Marcus Rashford dkk. hanya 20 persen di wilayah sendiri, sisanya berada di tengah dan daerah lawan. So, The Three Lions dituntut sabar ketika mencari celah mencetak gol.

Peran full-back kanan Inggris, Kieran Trippier, bakal sangat dibutuhkan untuk membantu serangan timnya di saat Harry Kane dkk. mengalami deadlock menembus pertahanan Swedia. Dalam catatan Opta, Trippier menjadi pemain ketiga yang paling banyak mengemas kreasi peluang setelah Neymar (Brasil) dan Kevin de Bruyne (Belgia). Maka tak berlebihan apabila pemain Tottenham Hotspur itu layak dijuluki “senjata rahasia” bagi pasukan Gareth Southgate selama berada di Rusia.