Piala Dunia 201: Motivasi Ganda Granqvist Berkat Kelahiran Sang Bayi

Korea Selatan vs Swedia di Piala Duni 2018, Stadion Nizhny Novgorod, Nizhny Novgorod, Russia, 18 Juni 2018 (Reuters - Carlos Barria)
07 Juli 2018 15:15 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, SOLO – Kapten Swedia, Andres Granqvist, terpaksa bergadang hanya dua hari sebelum timnya bertemu Inggris pada perempat final Piala Dunia 2018 di Samara Arena, Samara, Sabtu (7/7/2018) pukul 21.00 WIB. Bukannya dia mengalami imsomnia. Tapi Granqvist harus menunggu kabar istrinya, Sofie, menghadapi detik-detik melahirkan buah hati mereka di Swedia.

Mantan bek Wigan Athletic tersebut akhirnya menjadi ayah. Istrinya melahirkan bayi perempuan, Kamis (5/7/2018) malam waktu setempat. Tapi, Granqvist tidak bisa menemui langsung istri dan putri mungilnya. Dia memilih bertahan di kamp latihan Swedia di Rusia, sebelum bertemu Inggris pada perempat final.

“Saya tidak banyak tidur malam tadi, jadi saya lega akhirnya sudah [lahir]. Istriku menjalankan tugasnya dengan menakjubkan dan semuanya berjalan lancar. Sederhana saja, memiliki seorang putri adalah hal paling indah yang pernah Anda dapatkan,” jelas Granqvist, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Jumat (6/7/2018).

Kelahiran putri kecilnya ikut memotivasi Granqvist untuk tampil sebaik-baiknya saat meladeni Inggris di Samara Arena nanti. Inilah pencapaian terbaik Swedia di Piala Dunia sejak mereka finis runner-up ketika menjadi tuan rumah pada 1958. Sejak itu, mereka tidak pernah menggapai perempatfinal. Bahkan, pencapaian terbaik tim berjuluk Blagult ketika masih diperkuat megabintang Zlatan Ibrahimovic hanya mencapai babak 16 besar.

“Menjadi sebuah mimpi bagi setiap pemain untuk bermain di perempat final Piala Dunia. Saya tidak sabar untuk meraih hasil semaksimal mungkin,” jelas Granqvist.

Tugas Grangvist tidak mudah. Sebagai bek, dia harus membendung bomber Inggris, Harry Kane, yang sudah mengoleksi enam gol dan memimpin perebutan Golden Boot di Piala Dunia 2018. Namun, barisan pertahanan Swedia tidak bisa diremehkan. Mereka menjadi tim yang paling banyak menciptakan sapuan, sebanyak 140 kali. Koleksi clearance defensive mereka tersebut paling dibandingkan tim-tim lain di Rusia.

Bek-bek Swedia juga siap mengantisipasi bola mati Inggris. The Three Lions, julukan Inggris, mencetak tiga gol dari situasi bola mati alias set piece. “Kami sangat kuat membendung bola mati, Inggris sangat kuat dalam hal itu dan mereka punya Harry Kane, yang sangat berbahaya di kotak penalti. Kami harus lebih kuat di kotak penalti dan meyakinkan mereka tidak mendapatkan hal yang mereka inginkan,” ujar dia.