Rusia Vs Kroasia: Luar Lapangan Juga Panas!

Rusia (Reuters/Carl Recine)
07 Juli 2018 16:15 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW – Ada hal yang berbeda dengan fans Rusia  dari kebanyakan fans timnas lain di Piala Dunia 2018. Semangat patriotik mereka meledak-ledak. Faktor tuan rumah dan laju Rusia hingga perempatfinal membuat pendukung Rusia kian kesetanan saat mendukung Aleksandr Golovin dkk.

Momen ribuan fans Rusia yang tumpah ruah di jalanan Moskow setelah tim mereka menyingkirkan Spanyol menjadi salah satu bukti militansi mereka. Patriotisme fans Rusia bisa kian menjadi-jadi saat Aleksandr Golovin dkk. bertemua Kroasia di perempatfinal Piala Dunia 2018. Rusia dan Kroasia memang sama-sama negara Slavia, keduanya bagian dari Eropa Timur.

Namun kebijakan politik dan agama Rusia dan Kroasia yang bertolak belakang acap menimbulkan pertentangan antarwarga kedua negara. Saat Kroasia menganut Katolik Roma, banyak warga Rusia yang meyakini Kristen Ortodoks. “Perbedaan ini saja sudah membuat jurang yang besar yang tak pernah bisa dicairkan,” ujar Andrew Slibdan, warga Kroasia yang kini menempuh studi di Genewa, Swiss, dilansir Pune Mirror, Jumat (6/7/2018).

Andrew yang juga pendukung Kroasia di Piala Dunia 2018 mengatakan tak mudah menjadi fans Kroasia di Negeri Beruang Merah, julukan Rusia. Pendukung Kroasia bisa “dalam bahaya” apabila berjalan di kota-kota besar Rusia seperti Moskow dan St. Petersburg. Sejauh ini sejumlah pendukung Ivan Perisic dkk. hanya menggunakan jersey kotak-kotak ketika tim mereka hanya berlaga di Nizhny Novgorod atau kota penyelenggara Piala Dunia yang lebih kecil.

Hubungan Rusia dan Kroasia, negara pecahan Yugoslavia, mulai memburuk di era Presiden Boris Yeltsin. Saat itu terjadi Perang Yugoslavia yang memicu kemerdekaan sejumlah negara termasuk Kroasia. Rusia kala itu berada di pihak pemberontak Serbia, sedangkan Kroasia bersama NATO. Butuh waktu cukup lama untuk memulihkan hubungan diplomatik kedua negara.

“Kami tidak bisa memakai kostum Kroasia di kota besar, di kota kecil tidak masalah. Meski sekarang hubungan itu sudah membaik, tetap sulit menjadi pendukung Kroasia di Rusia. Ketakutan akan hooliganism dan kekerasan terus muncul,” tutur Andrew.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, sendiri telah berulangkali meyakinkan bahwa negaranya berupaya menyambut baik semua fans yang hadir menyaksikan Piala Dunia. Sejauh ini, Putin menilai kritik media barat yang menyebut Rusia penuh rasisme dan kekerasaan tidak terbukti. “Banyak stereotip tentang Rusia yang telah luntur dengan sendirinya,” ujar Putin dilansir Channel News Asia.

Laga Rusia melawan Kroasia yang digelar di Sochi, kota pinggiran yang terletak di tepi Laut Hitam mestinya bisa menurunkan tensi persaingan. Apalagi, Sochi juga menjadi jujukan wisata eksotis dengan landmark yang banyak dibangun di abad pertengahan.

Tokopedia