Piala Dunia 2018: Tersingkir, Pendukung Rusia Tetap Bangga

Pemain Rusia melakukan selebrasi (REUTERS/Carl Recine)
09 Juli 2018 12:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, SAMARA – Kuibyshev Square yang terletak di jantung Kota Samara, Rusia, mendadak senyap. Kawasan yang dijadikan fan fest atau titik kumpul suporter Piala Dunia itu bak kota mati meskipun ada belasan ribu fans Rusia yang memenuhi lokasi. Kontras dengan beberapa jam sebelumnya saat ingar bingar muncul di square terbesar di Eropa itu.

Penyebabnya apa lagi kalau bukan tembakan Ivan Rakitic dalam adu penalti di babak perempatfinal Piala Dunia 2018, Minggu (8/7/2018) dini hari WIB. Sepakan pemain Barcelona itu ke sisi kanan gawang Rusia memperdaya Igor Akinfeev yang bergerak ke arah sebaliknya. Kroasia pun unggul adu penalti 4-3 dan lolos kali pertama ke semifinal Piala Dunia sejak 1998. Sementara Rusia harus mengakhiri kisah dongeng dan melupakan mimpi mengangkat trofi di kandang sendiri.

Di kafe tak jauh dari Kuibyshev Square, seorang fans Rusia langsung mematikan televisi yang menyiarkan laga Rusia melawan Kroasia. Tak ada lagi chant “Rusia, Rusia, Rusia”. Para pendukung Sbornaya tertunduk lesu sambil berjalan meninggalkan kafe dengan loyo. Hari itu memang bukan malamnya Rusia. Namun di balik kekecewaan para pendukung Aleksandr Golovin dkk., ada kebanggaan yang terselip bagi timnas mereka.

“Ini laga yang sangat luar biasa. Mereka [Rusia] sudah berusaha sangat keras. Saya sangat senang kami bisa tampil di perempat final pertama dalam sejarah Rusia,” ujar Artyom Osadchy, pelajar yang juga fans Sbornaya, dilansir ESPN, Minggu.

Andrey, warga Rusia yang berprofesi pengacara juga sependapat dengan Artyom. “Skuat kami mencapai prestasi yang sangat keren. Terima kasih untuk turnamen hebat ini,” kata dia.
Evgenia, 36, seorang psikolog, menilai Rusia baru saja menjalani Piala Dunia terbaik sejak jatuhnya Uni Soviet. “Ini kali pertama kami berada di perempat final sejak waktu yang sangat lama. Anda tak bisa langsung mendapat trofi,” bela Evgenia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, pun langsung menelepon pelatih Stanislav Cherchesov untuk memberi selamat atas perjuangan hebat tim Beruang Merah. Tak ada rasa murka dalam diri Putin meski dipermalukan Kroasia, negara yang dulu menjadi bagian Uni Soviet. Lewat telepon, Putin justru menyemangati Cherchesov yang kecewa setelah timnya tersingkir.

“[Putin] melihat [laga melawan Kroasia], kami kalah dalam laga fair dan luar biasa. Mereka masih para pemain yang hebat bagi kami, mereka pahlawan,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Tokopedia