Piala Dunia 2018: Bola Mati, Kunci Kesuksesan Inggris

Timnas Inggris (Reuters/David Klein)
10 Juli 2018 18:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW — Tak salah jika menyebut Piala Dunia 2018 sebagai ajang parade bola mati. Bagaimana tidak, nyaris separuh gol yang tercipta di Rusia sejauh ini lahir dari skema set piece seperti sepak pojok, tendangan bebas maupun penalti.

Hingga berakhirnya babak perempatfinal, ada 66 gol dari total 157 gol yang terjadi melalui skema bola mati (42%). Persentase itu sudah melampaui rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat di Piala Dunia 1998 (36%). Dari jumlah tersebut, Timnas Inggris menjadi negara yang paling banyak mencetak gol lewat kondisi bola mati.

Sebanyak delapan dari 11 gol yang dicetak Harry Kane dkk. bahkan dicetak melalui situasi tersebut. Artinya, hanya ada tiga gol Inggris (27,3%) yang berasal dari skema open play. BBC melansir catatan Inggris itu sudah menyamai rekor gol bola mati terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia yang diraih Portugal pada 1966.

Statistik itu bisa bernilai sesuatu jika melihat sejarah peraih juara Piala Dunia yang lihai mengoptimalkan set piece. Dalam kurun 20 tahun belakangan, Opta mencatat tiga negara yang berhasil mencetak empat gol atau lebih dari bola mati keluar sebagai pemenang. Mereka adalah Prancis (1998), Italia (2006) dan Jerman (2014). Pelatih Inggris, Gareth Southgate, bahkan sudah menyadari pentingnya memanfaatkan kondisi bola mati sebelum digelarnya Piala Dunia.

Dia menarik kesimpulan itu setelah melihat perjalanan Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 dan Jerman ketika memenangi Piala Dunia 2014. “Mereka pandai dalam bola-bola mati. Orang-orang tak menyadari bahwa itu adalah faktor besar keberhasilan mereka,” ujar Southgate dalam wawancaranya sebelum Piala Dunia, dilansir Esquire.

Alih-alih belajar dari sebuah klub sepak bola, Southgate justru mengamati tim-tim di National Football League (sepak bola Amerika) untuk menguasai bola mati. Dari tim seperti Seattle Seahawks, legenda Aston Villa itu belajar cara mengeksploitasi ruang-ruang sempit. Southgate juga memiliki seorang staf bernama Alan Russell yang menjadi otak di balik skema bola-bola mati Inggris.

Gelandang Inggris, Ruben Loftus Cheek, mengakui tim menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengulang-ulang skema bola mati yang tepat. “Sampai ke detail-detailnya, ke mana kami harus berlari dan memblok bola. Sangat hebat sekali bisa menyaksikan hasilnya,” kata dia.

Bek Three Lions, Harry Maguire, membenarkan adanya latihan khusus bola mati di Inggris. “Bola mati adalah hal yang penting. Kami tahu apa yang kami kerjakan,” tutur pemain yang menjebol gawang Swedia di perempatfinal lewat skema sepak pojok, dilansir Goal

Tokopedia