Tercecer dari Rombongan, 2 Suporter Persis Solo Diamuk Massa

ilustrasi penganiayaan dan pengeroyokan. (Solopos/Dok)
10 Juli 2018 21:00 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO -- Bentrok antara suporter Persis Solo dengan suporter Persik Kendal di Stadion Kebondalem, Kendal, Senin (9/7/2018) lalu, ternyata merembet hingga di luar stadion. Sedikitnya dua fans Persis babak belur dihajar massa dalam perjalanan pulang melewati jalur Pantura.

Dua bus yang disewa DPP Pasoepati juga ringsek karena dilempari batu di kawasan Mangkang, Semarang. Informasi yang dihimpun Solopos.com, dua suporter Persis menjadi sasaran amuk massa karena terpisah dari rombongan saat melalui jalur Pantura dan jalur alternatif Kaliwungu-Ungaran.

Mereka tiba-tiba diadang sekelompok massa yang diduga fans Persik Kendal dan dikeroyok hingga babak belur. Sepeda motor mereka juga dirusak dan dibuang massa ke sungai. Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, membenarkan ada informasi anggotanya yang menjadi sasaran kerusuhan di kawasan Kaliwungu. Namun pihaknya belum dapat mengonfirmasi dari korwil mana para korban tersebut berasal.

“Banyak sekali info yang masuk ke saya soal kerusuhan kemarin, salah satunya insiden di Kaliwungu. Hanya sampai sekarang kami belum bisa memastikan kondisi mereka,” ujar Rio, sapaan akrabnya, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (10/7/2018).

Dia menilai meletusnya kerusuhan di dalam dan luar stadion tak lepas dari tingginya tensi pertandingan. Hal itu kemudian memicu provokasi antara kedua suporter sehingga kekerasan pun tak terelakkan.

Insiden saling lempar batu bahkan merembet hingga fans Persis beranjak pulang. Rio mengaku sudah berupaya mewanti-wanti anggota Pasoepati agar tak mudah terprovokasi saat laga tandang.

“Kami juga sudah melarang chant-chant rasis yang bisa memicu kerusuhan. Namun beragamnya suporter Persis Solo kadang membuat koordinasi ini sulit dijalankan,” kata dia.

Rio mengatakan gesekan yang sempat terjadi di Bojonegoro beberapa waktu lalu mestinya dapat menjadi pembelajaran fans Persis agar lebih tertib dan tak mudah terprovokasi. Pihaknya berharap insiden di Kendal menjadi insiden kekerasan terakhir yang melibatkan Pasoepati atau suporter Persis secara keseluruhan.

“Semoga ini menjadi yang terakhir. Jangan berulang terus kejadian semacam ini. Kita buktikan bahwa suporter Persis sudah dewasa.”

Selain dua suporter yang menjadi korban kekerasan di Kaliwungu, ada dua suporter lain yang harus menjalani perawatan karena terluka saat bentrok di stadion. Seorang anggota Pasoepati asal Tasikmadu, Karanganyar, juga harus menjalani operasi setelah motornya terserempet mobil ketika hendak berangkat ke Kendal.