Terakhir Prancis Juara Dunia, Mbappe Belum Lahir

Kylian Mbappe (Reuters/Pilar Olivares)
12 Juli 2018 11:55 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, ST. PETERSBURGKylian Mbappe belum lahir ke bumi saat Prancis mengangkat trofi Piala Dunia perdana mereka pada 1998. Di bawah asuhan pelatih kawakan, Aime Jacquet, Tim Ayam Jantan secara sensasional membantai Brasil tiga gol tanpa balas.

Dua gol Zinedine Zidane serta gol Emmanuel Petit membuat Prancis bersorak di kandang sendiri Stadion Stade de France, Prancis. Hampir tak ada yang menyangka Les Bleus saat itu bisa mengangkat trofi juara setelah absen di ajang sebelumnya di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Setelah 20 tahun puasa gelar, kini Prancis dengan generasi barunya seperti Mbappe, Antoine Griezmann hingga Raphael Varane menatap sejarah besar yang bakal mereka jalani di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

“Saya pemimpi besar, tapi tidak pernah bermimpi sejauh ini, bahkan di mimpi terliarku,” ujar Mbappe, striker andalan Prancis yang masih berusia 19 tahun seperti dilansir ESPN, Rabu (11/7/2018).

Gol semata wayang Prancis yang dicetak Samuel Umtiti saat melawan Belgia membawa mereka menembus final Piala Dunia untuk kali pertama sejak 2006. Prancis juga pantas berterima kasih pada Hugo Lloris yang bermain brilian untuk menggagalkan peluang emas dari Toby Alderweireld hingga Axel Witsel.

Sejak 1998, tidak ada negara yang mampu tiga kali melangkah ke babak final selain Prancis. Didier Deschamps juga menjadi manajer pertama Les Bleus sepanjang sejarah yang mencapai dua final turnamen besar (Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018). Deschamps di ambang pencapaian lain yakni menjadi sosok ketiga yang mampu menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih setelah Franz Beckenbauer (Jerman) dan Mario Zagallo (Brasil).

“Saya tidak pernah menyebut sejarah saya, mereka sudah tahu itu. Beberapa di antara mereka belum lahir tapi mereka sudah melihat foto-fotonya. Saat ini ceritanya berbeda, saya tak bisa membandingkan pemain dari 10 atau 20 tahun lalu,” ujar Deschamps seperti dilansir Reuters.

Prancis memang pantang terlalu terlena dengan memori 1998. Kegagalan di final Piala Dunia 2006 sudah lebih dari cukup bagi Prancis untuk menyadarkan bahwa mereka hidup di masa yang berbeda. Saat itu, Thierry Henry dkk. kalah menyakitkan dari Italia lewat adu penalti 3-5 setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu. Ini belum ditambah kekalahan Prancis dari Portugal di final Euro dua tahun silam.

“Seseorang hidup pada zamannya. Kita tak bisa terus menengok ke belakang dan melihat apa yang terjadi di spion. Ini saatnya menulis halaman baru yang indah,” ujar pelatih 49 tahun itu. 

Tokopedia