Final Piala Dunia 2018: Ambisi Balas Dendam Kroasia untuk Prancis

Kroasia (Reuters/Carl Recine)
13 Juli 2018 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW – Sekitar 20 tahun lamanya Kroasi memendam kekecewaan besar karena gagal ke final Piala Dunia 1998.

Saat itu, tim berjuluk Vatreni tinggal selangkah lagi mengukir sejarah baru lolos ke babak pamungkas turnamen terbesar di dunia tersebut. Sayang, negara yang terletak di semenanjung Balkan tersebut dikoyak Prancis dengan skor 1-2 pada semifinal di Stade de France, Paris, Prancis. Sebenarnya, Kroasia sempat unggul melalui gol Davor Suker pada menit ke-46, tapi Prancis bangkit dengan dua gol Lilian Thuram masing-masing pada menit ke-47 dan ke-69.

Kroasia akhirnya mewujudkan mimpi yang tertunda selama 20 tahun lalu untuk lolos ke final Piala Dunia. Itu terjadi setelah Vatreni meredam perlawanan alot Inggris dengan 2-1pada semifinal Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, Kamis (12/7/2018) dini hari WIB. Dan seolah sudah menjadi garis takdir bahwa lawan yang bakal dihadapi Kroasia adalah Prancis, tim yang menghentikan langkah mereka di Stade de France pada Piala Dunia 1998.

"Mungkin laga ini mempunyai sisi sejarah signifikan, mungkin Tuhan memberi kami kesempatan untuk menyelesaian skor [setelah kekalahan dari Prancis di semifinal 1998]. Kami lolos ke final, kami ingin bermain di final, Prancis punya keuntungan waktu istirahat lebih banyak ketimbang kami, namun itu tidak boleh jadi alasan," jelas Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, seperti dilansir Reuters.

Kroasia tidak mendapatkan tiket gratis untuk bisa sampai ke final Piala Dunia 2018 yang akan digelar Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB, di stadion yang sama ketika mereka menyingkirkan Inggris pada semifinal kemarin. Vatreni dipaksa membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-1 karena gol tendangan bebas pemain Inggris, Kieran Trippier pada menit ke-5.

Kroasia menjadi tim pertama yang mampu lolos ke final setelah tertinggal gol sejak Prancis menundukkan mereka di semifinal 1998. Julukan Raja Comeback pun pantas disematkan kepada Luka Modric dkk. di Piala Dunia ini. Mereka juga bangkit dari ketertinggalan gol untuk memaksa Denmark dan Rusia lewat babak perpanjangan waktu dan adu penalti masing-masing pada babak 16 besar dan perempatfinal.

"Ini sangat berat bagi kami. Kami mulai dengan pelan hari ini, namun kami tunjukkan karakter kami dan kembali bangkit setelah tertinggal satu gol seperti yang kami alami dalam laga di fase knock-out sebelumnya," jelas Perisic.