Persaingan Top Skor Piala Dunia 2018: Harry Kane Vs Romelu Lukaku

Striker Inggris, Harry Kane, setelah mencetak gol dari titik putih (Reuters/Carlos Barria)
14 Juli 2018 15:25 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, ST. PETERSBURG — Laga Timnas Inggris melawan Belgia dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2018 diyakini tak sekadar duel formalitas. Persaingan menuju gelar top scorer turnamen yang mengerucut pada Harry Kane (Inggris) dan Romelu Lukaku (Belgia) menjanjikan laga yang ketat dan panas.

Sejauh ini Kane menjadi yang terdepan dalam meraih Sepatu Emas dengan torehan enam gol. Namun Lukaku yang telah mencetak empat gol bisa saja menggoyang posisi Kane jika sukses mencetak hattrick dalam laga di St. Petersburg Stadium, Sabtu (14/7/2018) malam WIB.

Namun jika melihat grafik produktivitas Lukaku di Rusia belakangan, agak sulit mengharapkan striker Manchester United itu mampu menggeser singgasana Kane. Meski sudah bikin 23 gol di 23 penampilan di bawah Roberto Martinez, dia sudah puasa gol di tiga laga terakhir.

Empat gol Lukaku diketahui seluruhnya tercipta di fase grup yakni dua ke gawang Panama dan dua lainnya ke gawang Tunisia. Dua-duanya adalah tim gurem. Setelah itu Lukaku gagal mencetak sebiji gol pun di fase gugur saat melawan Jepang (16 besar), Brasil (delapan besar) dan Prancis (semifinal). Meski demikian, Opta mencatat Lukaku tak pernah puasa gol dalam empat pertandingan beruntun di bawah arahan Martinez.

Kane sendiri menghadapi masalah tak kalah pelik. Meski memimpin daftar top scorer, bintang Tottenham Hotspur itu juga gagal mencetak gol di fase knockout. Dia bahkan cuma mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran di tiga penampilan terakhirnya. Satu-satunya shot on target itupun dari eksekusi penalti saat melawan Kolombia di babak 16 besar. Dengan kata lain, Kane gagal mengemas satupun tembakan mengarah ke gawang dalam waktu empat jam 33 menit di Rusia.

Namun peluang Kane meraih gelar Sepatu Emas tetap lebih besar andai tak mampu mencetak gol. Ini dengan catatan Lukaku hanya menambah maksimal satu gol saat melawan Inggris. Jika skenario ini berjalan, Kane akan menjadi pemain Inggris kedua yang berpredikat top scorer Piala Dunia setelah Gary Lineker melakukannya pada 1986.

“Jika saya dapat Sepatu Emas, saya dapat Sepatu Emas, tapi bukan itu trofi yang saya cari,” kata Kane seperti dilansir Evening Standard.

Lalu bagaimana peluang duo Prancis, Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe, yang sama-sama sudah mencetak tiga gol? Jika merujuk sejarah, peluang meraih Sepatu Emas hampir mustahil. Cuma pernah satu kali seorang pemain bisa mengukir trigol di final Piala Dunia. Bahkan, hattrick di fase knockout Piala Dunia sudah terjadi cukup lama, yakni di babak 16 besar Piala Dunia 1990 atas nama penyerang Cekoslowakia, Tomas Skuhravy.